Home Sikka Polres Sikka Gencar Memburu 2 Pencuri Uang BLT Desa Wolodhesa Rp161 Juta

Polres Sikka Gencar Memburu 2 Pencuri Uang BLT Desa Wolodhesa Rp161 Juta

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

508
0
SHARE
Polres Sikka Gencar Memburu 2 Pencuri Uang BLT Desa Wolodhesa Rp161 Juta

Keterangan Gambar : Kasubag Humas Polres Sikka AKP Petrus Kanisius


Maumere, Flores Pos — Tim Buru Sergab (Buser) Polres Sikka dalam dua pekan terakhir gencar memburu dua pelaku yang terekam dalam CCTV BRI dan CCTV Toko Rejeki Maumere dan yang diduga menggasak atau mencuri uang dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Wolodhesa, Kecamatan Mego sebesar Rp161 juta dari tempat penitipan Toko Rejeki Maumere, akhir Juli 2020 lalu.

Demikian dikemukakan Kapolres Sikka AKBP Sajimin, melalui Kasubag Humas Polres Sikka AKP Petrus Kanisius kepada Flores Pos di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2020).

AKP Petrus Kanisius mengakui tim Buser fokus melacak keberadaan dua oknum yang diduga sebagai pelaku itu karena keduanya terekam dalam 2 CCTV yakni CCTV BRI Cabang Maumere dan CCTV Toko Rejeki. Kedua peralatan teknologi ini sudah diamankan oleh penyidik dalam upaya melacak oknum yang mencuri uang BLT Desa Wolodhesa itu.

“Dalam CCTV yang sudah diamankan polisi terlihat dua orang yang selalu membuntuti korban yakni Bendahara Desa Wolodhesa mulai dari pengambilan uang di BRI Cabang Maumere hingga korban mendatangi Toko Rejeki. Dua orang yang selalu membuntuti korban sebagaimana terekam dalam CCTV ini menjadi incaran Tim Buser,” kata Petrus Kanisius.

Periksa 4 Saksi

AKP Petrus Kanisius pada kesempatan ini menambahkan bahwa pihak Reskrim Polres Sikka telah meminta keterangan 4 orang saksi untuk mengusut kasus hilangnya Dana BLT Desa Wolodhesa Rp161 juta dari tempat penitipan Toko Rejeki.

“Ada 4 saksi yang sudah diperiksa masing-masing Pemiliki Toko Rejeki, dua petugas yang menjaga barang di tempat penitipan Toko Rejeki, dan saksi korban yang juga Bendahara Desa Wolodhesa Theresio Pio. Semua keterangan para saksi sudah disusul dalam Berita Acara Pemeriksaan,” kata Petrus Kanisius.

Untuk diketahui, uang BLT sebesar Rp161 juta untuk warga terdampak covid-19 miskin di Desa Wolodhesa, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka digasak maling dari tempat penitipan barang di Toko Rejeki Maumere, Jumat (7/8/2020). Polres Sikka menyelidiki kasus ini setelah pemilik toko Leny Mariani Leo melaporkan Tindak Pidana Pencurian yang dialami oleh Korban Theresia Pio ke Mapolres Sikka langsung usai kejadian itu.

Baca juga: Dana BLT Wolodhesa Rp161 Juta Dicuri: Polisi Gencar Melacak Keberadaan Maling

Kapolres Sikka AKBP Sajimin melalui Kasubag Humas Polres Sikka, AKP Petrus Kanisius dalam rilis yang diterima media ini, baru-baru ini menjelaskan bahwa yang menjadi korban dalam kasus ini adalah Bendahara Desa Wolodhesa Theresia Pio (30 tahun) warga Feondari RT009/RW 006 Dusun Wolomage, Desa Wolodhesa Kecamatan Mego.

Kronologi

Kasubag Humas Polres Sikka AKP Petrus Kanisius menjelaskan kronologi kasus ini di mana pada Jumat (7/8/2020) korban mendatangi Toko Rejeki untuk berbelanja.

“Namun sebelum berbelanja, korban menitipkan tas ransel warna biru miliknya di tempat penitipan barang. Setelah selesai membeli barang di dalam toko Rejeki, korban langsung mengambil tasnya pada tempat penitipan barang. Namun tas tersebut sudah tidak berada pada tempatnya dan telah dicuri oleh pelaku,” kata Petrus Kanisius.

Sesaat setelah kejadian tersebut, lanjut Kasubag Humas, korban langsung menghubungi pelapor yang adalah pemilik Toko Rejeki dan pelapor mencari tahu kejadian tersebut melalui rekaman CCTV.

“Rekaman CCTV menunjukan bahwa, tas milik korban telah diambil oleh pelaku dengan cara salah seorang teman pelaku mengalihkan perhatian penjaga barang titipan dengan berpura-pura menawarkan karpet yang berada di luar teras toko dan yang satunya lagi masuk ke dalam untuk mengambil tas milik korban,” kata Petrus Kanisius.

Menurut korban, lanjut Kasubag Humas, uang yang tersimpan di dalam tas miliknya berjumlah Rp161. 342. 000.

“Saat ini, Polres Sikka sedang menyelidiki kasus raibnya uang sebesar Rp161 juta lebih itu,” kata AKP Petrus Kanisius.