Home Flores Timur Posmat TNI AL Flotim Amankan Perahu Nelayan Terduga Pengebom Ikan

Posmat TNI AL Flotim Amankan Perahu Nelayan Terduga Pengebom Ikan

Penulis: Wentho Eliando/Editor: Arsen Jemarut

676
0
SHARE
Posmat TNI AL Flotim Amankan Perahu Nelayan Terduga Pengebom Ikan

Keterangan Gambar : Personil Pos Pengamatan Laut (Posmat) TNI Angkatan Laut Flotim mengamankan 1 unit perahu warna putih ukuran 1,5 GT dengan 1 mesin dan barang lainnya sebagai barang bukti yang diduga perahu pelaku bom ikan, Minggu (19/4/2020).


Larantuka, Flores Pos — Perairan laut Kabupaten Flores Timur (Flotim) kembali diguncang dentuman bom ikan. Baru-baru ini, selain di Balaweling II, Kecamatan Solor Barat, aksi perusakan lingkungan laut dan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak terjadi di perairan Mekko, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Minggu (19/4/2020). Terduga pelaku lari terbirit dan berhasil lolos, namun barang bukti berupa sebuah perahu nelayan berhasil diamankan personil Pos Pengamatan Laut (Posmat) TNI Angkatan Laut Flotim.

Baca juga: Pengebom Ikan Kembali Beraksi di Solor Barat

“Minggu (19/2020) sekitar pukul 10.00 Wita, di perairan Pulau Mekko Tim Patroli Laut Posmat Flotim, amankan 1 Unit Perahu Nelayan yang mencari ikan menggunakan bahan peledak (Bom ikan),” kata Sertu TNI AL, Mohamad S, Komandan Posmat Flotim Pangkalan Laut TNI Angkatan Laut (Lanal AL) Maumere, di Larantuka, Senin (20/4/2020).

Sertu Mohamad, ketika ditemui di Markas Posmat Flotim di Kelurahan Postoh, Kecamatan Larantuka, menjelaskan, peristiwa itu bermula pada hari Sabtu (18/4/2020) sekitar pukul 15.00 Wita. Posmat TNI AL Flotim melaksanakan Patroli laut rutin di perairan laut Flores menggunakan Patroli Keamanan Laut dalam rangka penegakan hukum di laut. Tim Patroli melaksanakan penyisiran perairan di Kecamatan Tanjung Bunga dan Pulo Mas, wilayah Kabupaten Flotim dan bermalam di pesisir Desa Kolaka, Kecamatan Tanjung bunga.

Baca juga: Talut Abrasi dan Jalan di Lemanu Flotim Dibiarkan Menganga

Pada Minggu (19/4/2020) pukul 05.30 wita, cerita Sertu Mohamad, tim bergerak melaksanakan Patroli di perairan Waiwadan, Sagu, Kepulauan Adonara ke arah Pulau Mekko. Sekitar pukul 08.30, Tim Patroli memasuki perairan Pulau Mekko dan tiba-tiba mesin motor tempel Patkamla sebelah kiri mengalami mati mesin dan perlu perbaikan. Saat itu terdengar 1 kali letusan bom ikan dari balik Pulau Mekko di perairan Tanjung Bahagia.

“Kami melihat ada 1 perahu nelayan warna putih menuju daratan Polilolon Kabupaten Lembata. Pemilik terburu buru lari dengan kondisi perahu setengah badan berada di darat dan keadaan mesin masih menyala. Kami mengejar, namun tidak menemukan jejaknya,” kata Sertu Mohamad.

Baca juga: Warga Solor ke Larantuka Wajib Pakai Masker

Sertu Mohamad mengatakan barang bukti yang diamankan, terdiri dari 1 unit perahu warna putih ukuran 1,5 GT dengan 1 mesin merk Jiang Fung 26 PK, tanpa dokumen, 1 unit kompresor, 1 Set Slang dan Dakor, ikan dasar berbagai jenis sekitar 20 kg dan 2 buah kaca mata selam.

Sertu Mohamad menduga, perahu yang ditinggalkan pemiliknya tersebut merupakan perahu pelaku bom ikan. Alasannya, dalam perahu itu ditemukan berbagai jenis ikan dasar (ikan karang) dan tidak adanya alat tangkap ikan seperti panah ikan, jaring dan pancing. “Semua barang bukti ini kami amankan dan di bawa ke Posmat Flotim sebagai barang temuan,” kata Sertu Mohamad.

Sebagaimana diketahui, aksi pemboman ikan kembali terjadi diperairan laut Kabupaten Flotim, tepatnya di perairan laut utara Solor, di Desa Balaweling II, Kecamatan Solor Barat, pada Sabtu (18/4/2020) siang. Terkait hal ini, Komandan Posmat Flotim Sertu TNI AL, Mohamad S, mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan dan pengawasan di seluruh wilayah perairan laut Kabupaten Flotim termasuk di perairan utara Pulau Solor, tepatnya di Desa Balaweling II, Kecamatan Solor Barat tersebut.*