Home Sikka PT KCBS Maumere Ekspor Perdana 20 Ton Ikan Cakalang ke Korea Selatan

PT KCBS Maumere Ekspor Perdana 20 Ton Ikan Cakalang ke Korea Selatan

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

854
0
SHARE
PT KCBS Maumere Ekspor Perdana 20 Ton Ikan Cakalang ke Korea Selatan

Keterangan Gambar : Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo (kiri) didampingi Wakil Bupati Sikka Romanus Woga; Kadis Kelautan dan Perikanan Paulus Bangkur; dan Direktur PT KCBS, Theodorus E. Ujihon pemotongan pita sebagai simbol pelepasan 20 ton ikan cakalang ke Korea Selatan, Jumat (24./7/2020).


Maumere, Flores Pos — PT Karya Cipta Buana Santosa (KCBS) Maumere, sebuah perusahaan pemasaran, penjualan dan pendistribusian ikan hasil tangkapan nelayan asal Sikka dan nelayan Flores umumnya, secara resmi mengekspor 20 ton ikan cakalang ke Korea Selatan.

Ekspor perdana ikan cakalang pasca pandemi covid-19 ini secara simbolis dilakukan oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau yang biasa disapa Bupati Robi Idong di Kantor PT KCBS Maumere, Jumat (24/7/2020).

Baca juga: Satgas Covid-19 Sikka Periksa Kesehatan 48 Orang yang Kontak Dekat dengan Pasien Probable Covid-19

Sesuai pantauan media ini, pelepasan ekspor ikan cakalang perdana ini disaksikan oleh Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Kadis Kelautan dan Perikanan Paulus Bangkur, dan Direktur KCBS Theodorus E. Ujihon.

Bupati Robi Idong dalam sambutannya saat acara pelepasan ikan cakalang ke Korea Selatan tersebut mengemukakan bahwa pengembangan sektor perikanan di wilayah Kabupaten Sikka akan terus mendapatkan dukungan dari pemerintah.

“Sebagai mitra strategis dalam upaya peningkatan ekonomi produktif masyarakat nelayan, Pemkab Sikka akan senantiasa mendukung setiap upaya pihak perusahaan dalam mengembangan perikanan di wilayah ini,” kata Bupati Robi Idong.

Baca juga: Warga Sikka Dilarang Membuang Babi Mati dan Bangkai Babi di Sembarang Tempat

Bupati berharap agar kehadiran perusahaan PT KCBS ini, ekonomi masyarakat nelayan Sikka dapat meningkat atau perlahan-lahan makin maju.

“Semoga kehadiran PT KCBS ini memberikan kontribusi bagi meningkatnya ekonomi para nelayan dan warga Sikka,” kata Bupati Robi Idong.

Bangun Kemitraan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Paulus Bangkur kepada wartawan pada kesempatan itu menjelaskan bahwa ekspor cakalang perdana pasca pandemi covid-19 ke Korea Selatan ini merupakan jenis ikan cakalang asap, dengan total 20 ton lebih.

“Sebanyak 20 ton ikan cakalang asap ini kalau dikonversi ke ikan basah dapat mencapai 60 ton. Sesuai informasi dari Direktur PT KCBS, nilai ekspor ikan cakalang asap ini sekitar Rp3 miliar,” kata Bangkur.

Kadis Bangkur juga menegaskan bahwa sumber ikan ekspor ini adalah hasil tangkapan nelayan Kabupaten Sikka yang telah bermitra dengan pihak perusahaan PT KCBS.

Baca juga: Peduli Anggota selama Pandemi Covid-19, Obor Mas Turunkan Bunga Pinjaman

"PT KCBS mempunyai mitra nelayan. Kapal pemancing cakalang itu ada 25 armada, dan setiap armada terdiri dari 15 hingga 20 nelayan. Sementara kapal pemancing untuk ikan tuna sebanyak 42 armada di mana tiap armada terdiri dari 2 hingga 3 orang. Perusahaan ini tidak punya kapal, yang punya kapal itu nelayan. Perusahaan bermitra dengan nelayan dengan menyediakan perbekalan," kata Bangkur.

Siap Terima Tangkapan dari Nelayan

Direktur PT KCBS Theodorus E. Ujihon, kepada wartawan mengemukakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya melakukan ekspor perdana setelah masa lockdown akibat pandemi covid-19 yang dampaknya juga dirasakan di Kabupaten Sikka.

Ia bertekad akan terus membangun kemitraan dengan para nelayan yang ada di Flores dan Lembata umumnya, dan nelayan di Kabupaten Sikka, khususnya.

“PT KCBS akan tetap menerima hasil produksi ikan dari masyarakat. Saat ini memang ada dua daerah yang menjadi penerimaan bagi kami, yakni Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur. Namun, lebih banyaknya dari Kabupaten Sikka,” kata Theodorus.