Home Puisi Puisi-puisi Erthus Delmon

Puisi-puisi Erthus Delmon

1,344
0
SHARE
Puisi-puisi Erthus Delmon

Keterangan Gambar : ilustrasi puisi, Rolis Huar/flores pos

 

Cerita Kopi

I/ Di sebuah pagi yang mungil,
asap kopi mengepul, seakan
memanggilku untuk bercanda di dapur.
"Ahh.. suara kopi?" Aku membatin.
Kuberanjak dari kasur, pun tak lupa berpamit
pada bantal yang setia menjaga kepalaku,
pada selimut yang kerap menyetubuhi poriku,
juga pada kasur yang tabah mengajari aku tentang arti sebuah kematian

setelah kehidupan mengantarku pada kematian yang sesungguhnya.

 

II/ Di sebuah pagi yang mungil,
aku dan kopi bercanda di dapur,
sesekali aku mencuri perhatian kopi,
kopi terus bercanda dengan kepulan asap
yang makin membahana, seakan mengatakan kepadaku:

Kecuplah aku..!!!

 

Pada Face-book

Wajah kita terpajang
saling menatap, sesekali.
Mengulas senyum genit pada
face-book yang lekas....
Face kita adalah book yang
menyimpan segudang halaman rindu.
Lalu?
Dibaca oleh kita dengan mata telanjang,
otak yang lapar, hati yang dahaga, pun
bibir yang bergetar menguar bau kata.
Pada face-book rinduku tumpah selepas
face-mu terpajang pada halaman book-ku

yang amnesia.

 

Ciuman-mu

Kau membunuhku dengan
mencium desahan nafas yang
membentur pada bibirku,
di kala bibir kita bertalu rindu,
demi membunuh sunyi, yang kita
abadikan bersama birahi di sebuah
Entah?
Mencium-ku adalah pilihan-mu

membunuh-ku.

 


Erthus Delmon, peminat sastra, tinggal di Manggarai, Flores, NTT.

 

Redaksi menerima puisi dan cerpen bertema bebas. Panjang naskah cerpen 800-1.200 kata dan 3-5 puisi.Kirim ke email:sastraflorespos@gmail.com dengan subjek: PUISI dan CERPEN. Sertakan dengan biodata diri secara singkat dan jelas