Home Ende SMAK Syuradikara Kembali Kirim 2 Siswa Studi di Jepang

SMAK Syuradikara Kembali Kirim 2 Siswa Studi di Jepang

Penulis:  Willy Aran /Editor: Anton Harus

1,550
0
SHARE
SMAK Syuradikara Kembali Kirim 2 Siswa Studi di Jepang

Keterangan Gambar : Aloysia Laudata Naga, siswi SMAK Syuradikara yang akan melanjutkan studi di Jepang.


Ende, Flores Pos — Lembaga pendidikan SMAK Syuradikara dalam beberapa tahun terakhir mengirimkan siswa untuk studi lanjut di Nanzan University- Jepang. Melalui program kerja sama, pada tahun ini lembaga pendidikan yang bernaung dibawah asuhan Serikat Sabda Allah ini kembali mengirimkan dua siswa untuk melanjutkan studi di Nanzan University-Jepang.

Kepala SMAK Syuradikara, P. Stefanus Sabon Aran SVD kepada Flores Pos, Rabu (20/5/2020) mengatakan, informasi ini didapatkan oleh sekolah pada 14 Mei 2020 pukul 13.00 waktu Jepang melalui situs resmi Nanzan University-Jepang (https://www.nanzan-u.ac.jp). Pihak Nanzan University-Jepang mengumumkan secara resmi dua siswa SMAK Syuradikara, Aloysia Laudata Naga dan Henry Eduard Tobe lulus dan diterima untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Nanzan University–Nagoya–Jepang.

Informasi ini dipertegas lagi oleh, Keiko Toyama dari Office of the Center for International Affairs Nanzan University SMAK Syuradikara pada 15 Mei 2020 melalui email.

Pater Stef Aran SVD mengatakan, dalam email yang diterima sekolah, Keiko menyampaikan bahwa 2 siswa dari SMAK Syuradikara dengan nomor registrasi FE 61508 atas nama Aloysia Laudata Naga dan FE 61509 atas nama Henry Eduard Tobe telah lulus test dan diterima di Nanzan University–Jepang.

Rencananya kedua siswa, Aloysia Laudata Naga dari jurusan IPA dan Henry Eduard Tobe dari Jurusan IPS akan berangkat ke Jepang pada awal bulan September 2020.

Sekolah Bangga

Kepala SMAK Syuradikara, P. Stef Sabon, SVD merasa gembira dan bangga karena dua siswa terbaiknya bisa lulus dan melanjutkan studi di Nanzan University–Nagoya–Jepang.

Pater Stef mengatakan, memang tidak mudah untuk masuk di Universitas Nanzan, karena tuntutan sangat berat. Ada banyak persyaratan yang mesti dipenuhi selain tuntutan akademis dan kemampuan berbahasa asing. Namun semuanya sudah terlewati dengan baik dan berhasil.

Dua siswa ini, kata Pater Stef akan menekuni ilmu politik internasional. Pihak Universitas memberikan limit waktu empat tahun untuk menyelesaikan studinya sampai memperoleh gelar sarjana melalui “Agreement on the Recomendation of Students”.

Kepada dua siswa yang dikirim, Pater Stef berpesan untuk tidak mengabaikan kedisiplinan dan ketekunan dalam belajar. Mematuhi aturan dan tata tertib Universitas Nanzan.

Pater Stef Aran SVD mengatakan, sejak MOU ditandatangani oleh kedua lembaga pendidikan, tercatat sudah sepuluh siswa SMAK Syuradikara yang melanjutkan studi di Nanzan University program scholarship.

Aloysia, salah satu siswa yang akan dikirim studi lanjut di Nanzan University mengungkapkan rasa bangganya karena dari tiga ratusan siswa kelas XII dirinya mendapat kepercayaan dari sekolah dan direkomendasikan untuk studi lanjut di Jepang.

"Tidak mudah untuk mendapat kepercayaan ini. Karena kami ke Jepang bukan ikut program pertukaran pelajar yang hanya beberapa bulan tetapi untuk studi lanjut selama empat tahun. Tentu tuntutan akademisnya pasti berat," katanya.

Henry Tobe juga mengungkapkan perasaan yang sama. Dikatakannya, selain bangga peluang ini juga menjadi beban bagi dirinya.

"Saya bangga tetapi juga beban karena teman-teman terdahulu sudah menunjukan prestasi akademis yang baik. Kami tidak akan menyia- nyiakan kesempatan ini. Kami akan berusaha sesuai kemampuan kami untuk beradaptasi dan mengikuti pola belajar teman-teman terdahulu sekaligus menjaga kepercayaan yang diberikan oleh sekolah," kata Henry. *