Home Ngada Surati Bupati Tentang Covid-19, 6 Anak Mendapat Sepeda Dari WVI

Surati Bupati Tentang Covid-19, 6 Anak Mendapat Sepeda Dari WVI

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Elton Wada

687
0
SHARE
Surati Bupati Tentang Covid-19, 6 Anak Mendapat Sepeda Dari WVI

Keterangan Gambar : Marsela Nuhu,Siswa SD dari Uluwae Kecamatan Bajawa Utara yang meraih juara 5 menulis surat kepada Bupati Ngada tentang covid 19 saat menerima hadiah sepeda yang diserahkan oleh asisten 2 Setda Ngada Heronimus Reba Watu


Bajawa, Flores Pos — Pandemi covid-19 membuat anak-anak di Kabupaten Ngada tidak dapat memeroleh pendidikan formal secara nyaman. Keadaan itu memancing Wahana Visi Indonesia (WVI) Cabang Ngada-Nagekeo sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar lomba menulis surat tingkat SD-SMP kepada Bupati Ngada terkait covid-19.

Sesuai keputusan WVI, 6 anak keluar sebagai pemenang dan berhak meraih hadiah berupa sepeda. 6 anak tersebut antara lain Antonia Obo dan Maria N.I.Bate dari SDK Ngorabolo, Kecamatan Golewa Selatan; Yosep G. Lawe dari SDK Waturoka, Kecamatan Golewa Selatan; Maria F. Angi dari SMP Satap Bajawa Utara; Marsela Nuhu dari SDK Uluwae Kecamatan Bajawa Utara; dan Maria E. Gua dari SDK Bobawa, Kecamatan Golewa Selatan.

Pemberian hadiah bagi 6 pemenang menulis surat kepada Bupati Ngada tersebut dilangsungkan di Posko Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada, Senin (7/9/2020). Hadir dalam acara itu Asisten II Setda Ngada Hironimus Reba Watu mewakili Bupati Ngada Paulus Soliwoa; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMP-DP3A) Ngada Yohanes C .Watu Ngebu; Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ngada Aloysius Watu; Area Program Manager Wahana Visi Indonesia (APM-WVI) Nagekeo dan Ngada, Otis Kawer Wakerkwa; serta para penerima hadiah, para guru, pengurus forum anak Ngada.

Pada kesempatan acara penerimaan hadiah tersebut, 6 pemenang lomba ini pun diberikan kesempatan untuk membacakan surat mereka. Terbaik pertama yakni Antonia Obo, siswi SDK Ngorabolo, Kecamatan Golewa Selatan dalam surat yang ditujukan kepada Bupati Ngada menyampaikan bahwa Covid-19 membuat dirinya seakan kehilangan sahabat. Bertemu teman untuk bermain saja, katanya, sangat dilarang.

Belajar dari rumah menggunakan HP tidak mampu ia jalankan karena dirinya tidak memiliki HP Android. Walaupun orang tuanya memiliki cengkeh, katanya, ketika dijual, harganya terlalu rendah sehingga tidak seimbang dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli HP.

Marsela Nuhu dari SD Uluwae, Kecamatan Bajawa Utara dalam suratnya mengungkapkan bahwa belajar dari rumah membuat dirinya stres karena tidak berkonsentrasi akibat suara musik, bunyi traktor petani, dan teriakan babi telah mengganggu konsentrasi belajarnya. Dalam suratnya Marsela meminta agar kembali ke sekolah dan meminta agar Bupati dapat mengizinkannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan terkait covid-19.

Area Program Manager Wahana Visi Indonesia (APM-WVI) Nagekeo dan Ngada, Otis Kawer Wakerkwa ketika memberikan sambutan pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa semua orang mengalami situasi yang tidak biasa dan pihaknya memahami bahwa dalam situasi ini yang paling rentan adalah anak-anak. Sebagai salah satu kelompok masyarakat yang fokus pada anak dan melihat situasi itu, WVI merasa perlu bagi anak-anak untuk menyampaikan, dan menyuarakan situasi yang mereka alami dalam situasi ini.

Apa yang mereka alami baik kesulitan atau bahkan mungkin kendala-kendala yang ada di lingkungan mereka dituangkan dalam surat sehingga semua orang dapat mengetahui secara bersama-sama. Harapan, tentunya, agar ketika pemerintah membuat kebijakan di tingkat kabupaten juga mewakili suara-suara anak yang notabemenya menjadi kelompok masyarakat yang paling rentan.

Baca juga: Gedung SMK Bertolomeus Marunggela Mulai Dibangun, Ini Model Pembelajarannya

Karena kepedulian itu WVI bekerja sama dengan DPMP-DP3A Kabupaten Ngada melakukan rangkaian kegiatan. Salah satu kegiatan itu adalah anak menulis surat kepada bupati yang isinya adalah menyampaikan situasi yang dialami dan apa yang diharapkan untuk pemerintah daerah Kabupaten Ngada sebagai orang tua atau kebijakan yang harus dibuat supaya situasi itu tidak membuat anak-anak makin stres apalagi mereka rentan terhadap covid-19.

Dikatakannya bahwa kegiatan ini berkaitan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, peringatan ini baru dapat dilaksanakan pada bulan Agustus 2020.

Sesuai hasil diskusi akhirnya disepakati pula bahwa anak-anak akan menulis surat kepada Bupati. 98 Surat diseleksi oleh forum anak untuk melihat beberapa kriteria seperti ejaannya juga tulisannya; apakah surat itu orisinal atau ditulis oleh anak sendiri atau jangan-jangan surat diajari oleh orang tua maupun orang lain. Dari 98 surat tersebut diseleksi hingga mendapati 6 pemenang yang melalui tulisan mereka sangat menggambarkan wilayah di mana mereka tinggal.

Lomba menulis surat ini, katanya, diikuti anak-anak kelas 6 SD sampai kelas 9 SMP dan materinya terkait situasi yang dihadapi anak pada masa pandemi covid 19.

Asisten II Setda Ngada Heronimus Reba Watu saat menyampaikan sambutan Bupati Ngada mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Ngada memberikan apresiasi, terima kasih dan penghargaan kepada WVI dan Dinas PMPDP3 Kabupaten Ngada, karena di tengah situasi pandemi covid dan Hari Anak Nasional telah menyelenggarakan sebuah perlombaan bagi anak-anak Ngada berupa perlombaan menulis surat kepada Bupati Ngada tentang situasi anak di masa pandemi covid 19.

Perlombaan ini memiliki tujuan yang mulia untuk mengajak semua komponen agar tetap meningkatkan rasa optimisme anak-anak bahwa dalam segala kondisi apapun mereka dapat melakukan kegiatan produktif selama masa 'belajar dari rumah', sekaligus mengasah dan meningkatkan kemampuan dan potensi anak, khususnya kemampuan menulis surat dan teknik membacakan surat.

Perlombaan ini juga, katanya, dapat memicu dan memacu semua kegiatan positif di keluarga dan masyarakat. Secara langsung atau tidak proses lomba ini dapat meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan dalam keluarga, meningkatkan interaksi keterlibatan aktif secara bersama-sama dalam tumbuh kembang anak.

Selain itu, pada masa belajar di rumah akibat covid-19 ini, tentu ada banyak keluh kesah dan suka duka yang dialami anak-anak kita. Surat yang ditulis tersebut dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan perasaannya dan curahan hatinya kepada Bupati. Lebih dari itu, pesan dan harapan yang disampaikan tersebut, tentu akan menjadi salah satu masukan bagi pemerintah untuk berpikir dan mencari solusi guna mengatasi persoalan yang dihadapi anak-anak di tengah pandemi covid 19.