Home Manggarai Barat Terkena Dampak Pandemi Global, Pariwisata Mabar Sepi Pengunjung

Terkena Dampak Pandemi Global, Pariwisata Mabar Sepi Pengunjung

Penulis: Andre Durung / Editor: Anton Harus

1,096
0
SHARE
Terkena Dampak Pandemi Global, Pariwisata Mabar Sepi Pengunjung

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mabar, Agustinus Rinus.


Labuan Bajo, Flores Pos — Sektor pariwisata Manggarai Barat (Mabar) hancur lebur akibat kekosongan turis berkunjung ke daerah itu belakangan karena takut corona/covid-19 yng menjadi pandemi global. Pariwisata sektor primadona tahun-tahun terakhir kabupaten ujung barat Flores tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Paribud) Mabar, Agustinus Rinus ketika berbincang dengan media ini di Labuan Bajo, Kamis (28/5/2020), mengatakan, sektor paling terdampak corona/covid-19 di Mabar khususnya yakni pariwisata. Sektor ini amat terpukul karena sepi dari kunjungan wisatawan.

"Pariwisata kita sekarang hancur-hancuran. Turis tidak datang karena takut corona. Pokoknya hancur leburlah, mau bilang apa," kata  Rinus.

Diungkapkan, sejak Maret (2020) lalu semua destinasi wisata di Mabar tutup total dengan alasan covid-19/corona. Praktis tidak ada lagi wisatawan yang berkunjung mengingat corona sudah menjadi pandemi global.

Dampaknya, menurut Rinus, antara lain banyak pekerja pada sktor pariwisata  di Mabar dirumahkan, bahkan ada yang ter-kena PHK karena perusahan tempat mereka bekerja kesulitan finansial. Jumlah pekerja pada sektor pariwisata setempat 4.412 orang.

Selain itu berdampak pula pada penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di instansi bersangkutan TA 2020. Selama Januari-Maret lalu PAD Paribud Mabar baru terkumpul dua miliar rupiah lebih," kata Rinus.

Masih Rinus, TA 2020 Paribud diberi beban target PAD Rp30 miliar. Namun  dirasionalisasi lagi, targetnya turun ke Rp9 miliar.

"Tapi belum tentu angka sembilan miliar itu tercapai. Paling-paling mengharapkan orang (turis) lokal. Itu pun belum tentu. Sementara informasinya sektor pariwisata dunia baru normal sekitar lima tahun lagi," katanya.

Pada 15 Juni 2020 mendatang, demikian Rinus, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar akan membuka kembali semua destinasi wisata di daerah itu  dengan penuh kehati-hatian dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. *