Home Sikka Tolak Ikut Rapid Test, Satgas Covid-19 Sikka Jemput Paksa 20 Warga Wuring

Tolak Ikut Rapid Test, Satgas Covid-19 Sikka Jemput Paksa 20 Warga Wuring

Penulis: Wall Abulat/ Editor: Arsen Jemarut

760
0
SHARE
Tolak Ikut Rapid Test, Satgas Covid-19 Sikka Jemput Paksa 20 Warga Wuring

Keterangan Gambar : Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus.


Maumere, Flores Pos — Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Sikka Petrus Herlemus mengemukakan Tim Gabungan Satgas Covid-19 siap menjemput paksa 20 warga Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka yang menolak untuk dilakukan rapid test pada Rabu.

“Besok, Kamis (28/5/2020), Tim Satgas siap menjemput paksa 20 warga yang menolak untuk melakukan rapid test,” kata Petrus Herlemus yang dihubungi media ini, Rabu (27/5/2020) malam.

Baca juga: Terkait New Normal, PADMA Indonesia Beri Catatan Kritis & PR untuk Pemprov NTT dan 22 Kabupaten/Kota

Petrus mengakui pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dandim 1603 Sikka, Danlanal Maumere, Kapolres Sikka untuk agenda jemput paksa 20 warga Wuring, dan selanjutnya untuk dilakukan rapid test guna memastikan apakah mereka dinyatakan reaktif atau tidak.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Dandim, Bapak Danlanal, dan Bapak Kapolres Sikka untuk kepentingan jemput paksa 20 warga yang menolak petugas untuk dilakukan rapid test pada Rabu (27/5/2020),” kata Petrus Herlemus.

Petrus Herlemus menegaskan bahwa Tim Satgas melakukan rapid test terhadap 20 warga itu karena dari tracking yang dilakukan tim Satgas sebelumnya diketahui  bahwa 20 orang ini pernah kontak dekat dengan salah satu pasien positif  yang saat ini sedang menjalani perawatan di Ruang Islasi RSUD Maumere.

Baca juga: Warga Paga Tewas Tenggelam di Perairan Selatan Sikka

“Sesuai protokol kesehatan, semua orang pernah kontak dekat dengan pasien positif maka wajib ikuti rapid test. Karena itu tidak ada alasan bagi siapa saja untuk menolak tim yang hendak melakukan rapid test. Rapid test sangat penting baik bagi warga yang hendak dilakukan rapid test maupun bagi masyarakat luas sehingga tidak tertular covid-19,” kata Petrus.

Sebelumnya, sebanyak 10 dari 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka masuk kategori zona merah Covid-19 karena sudah ada kasus pasien positifnya. Sepuluh kecamatan yang masuk zona merah itu yakni Kecamatan Talibura, Kecamatan Alok Timur, Kecamatan Alok, Kecamatan Lela, Kecamatan Doreng, Kecamatan Waigete, Kecamatan Waiblama, Kecamatan Kewapante, Kecamatan Alok Barat, dan Kecamatan Hewokloang.

Baca juga: Pemalangan Jalan Negara di Hikong Dipicu Stigmatisasi terhadap Pelaku Perjalanan asal Sikka

Demikian data yang diterima media ini dari Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Sikka Petrus Herlemus, Jumat (22/5/2020) malam.

Petrus Herlemus menjelaskan penyebaran 27 pasien positif covid-19 ada pada 10 kecamatan di atas di mana ada dua kecamatan yang memiliki kasus positif terbanyak yakni Talibura dan Alok Timur masing-masing ada 7 pasien positif, disusul Kecamatan Alok ada 4 pasien positif.

Kecamatan Doreng dan Kecamatan Lela masing-masing ada 2 pasien positif; dan ada lima kecamatan yang masing-masing memiliki 1 pasien positif covid-19 yakni Kecamatan Waigete, Kecamatan Waiblama, Kecamatan Kewapante, Kecamatan Alok Barat, dan Kecamatan Hewokloang.

“Jadi 27 pasien positif covid-19 di Kabupaten Sikka ada pada 10 kecamatan yang masuk kategori zona merah di atas,” kata Petrus Herlemus.*