Home Manggarai Timur KKI Gelar Seminar Nasional tentang Kesehatan Jiwa di Manggarai Timur

KKI Gelar Seminar Nasional tentang Kesehatan Jiwa di Manggarai Timur

969
0
SHARE
KKI Gelar Seminar Nasional tentang Kesehatan Jiwa di Manggarai Timur

Keterangan Gambar : Dokter Albert Maramis berbicara sebagai narasumber dalam Seminar Nasional Kesehatan Jiwa di Aula Kevikepan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores, NTT, Kamis (31/10/2019). Tampak juga narasumber lain, Osse Kiki, dan Moderator Efrem.

KKI bisa melakukan hal-hal besar di wilayah ini, khususnya memperhatikan rakyat yang menderita gangguan jiwa. Pemerintah dan DPRD mestinya lebih bisa daripada KKI karena memiliki anggaran yang memadai untuk mengurus masalah tersebut. — Wakil Bupati Manggarai Timur, Stefanus Jaghur.

Borong, Flores Pos — Kelompok Kasih Insanis (KKI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Cabang Manggarai Timur, Pulau Flores, menggelar Seminar Nasional tentang Kesehatan Jiwa di Borong, Ibukota Kabupaten Manggarai Timur.

Seminar yang dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Stefanus Jaghur, tersebut digelar dalam rangka memaknai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 10 Oktober 2019 lalu, berlangsung di Aula Kevikepan Borong pada Kamis (31/10/2019), mulai pukul 09.00 Wita.

Tampil sebagai narasumber, Doktor dokter Albert Maramis dan Saudara Osse Kiki. Albert Maramis adalah psikiater (dokter ahli jiwa), mantan Konsultan WHO Filipina dan Nasional Professional Officer WHO Indonesia, serta Dosen Tamu pada Departemen Psikiatri Universitas Indonesia, Jakarta.

Baca juga: 600-an Orang, Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Kabupaten Sikka

Sementara itu, Osse Kiki, adalah seorang penyintas skizofrenia dan aktivis kesehatan jiwa pada Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Jakarta serta penyiar Radio Pelita Kasih (RPK) Jakarta khususnya pada Program Obrolan Sehat Jiwa, setiap hari Kamis.

Di bawah tema “Mengupayakan Kesehatan Jiwa di Manggarai Timur: Bebas Pasung, Bongkar Stigma, dan Stop Diskriminasi terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa,” seminar tersebut dihadiri ratusan peserta. Hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Manggarai Timur, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Manggarai Timur, perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Kepala serta para staf Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur.

Hadir juga Vikep Borong, Romo Simon Nama, serta pada dokter dan perawat dari pelbagai puskesmas di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, para sukarelawan, simpatisan, para siswa, para guru, dan keluarga penderita gangguan jiwa.

Hasil Seminar

Pendiri dan Ketua Kelompok Kasih Insanis (KKI) Provinsi NTT, Pater Avent Saur SVD, pada acara pembukaan seminar, mengatakan bahwa hasil diskusi seminar nasional tersebut dirangkum dalam bentuk rekomendasi yang akan diberikan kepada Pemerintah dan DRPD Kabupaten Manggarai Timur.

Selain itu, hasil seminar akan dipresentasikan serta didiskusikan lebih lanjut bersama Pemerintah dan DPRD Kabupaten Manggarai Timur melalui Rapat Dengar Pendapat di Kantor DPRD Manggarai Timur.

Baca juga: Pelayanan Kesehatan Jiwa di NTT Belum Memadai

“Rapat dengar pendapat berlangsung usai seminar ini. Kita sudah temui Ketua dan Wakil Ketua DPRD Matim untuk bicarakan hal ini. Wakil rakyat kita sangat terbuka terhadap advokasi yang kita lakukan,” kata Pater Avent yang mendirikan wadah KKI pada 2016 lalu di Ende.

Dalam rapat dengar pendapat, kata Pater Avent, akan hadir juga pihak dinas sosial dan dinas kesehatan agar kita lebih kompak dalam membicarakan secara serius persoalan kesehatan jiwa di Manggarai Timur.

“Kita berharap semua pihak pikirkan pembangunan politik kesehatan khususnya kesehatan jiwa di wilayah Kabupaten Manggarai Timur,” tegasnya.

Pemda Siap

Wakil Bupati Manggarai Timur, Stefanus Jaghur, saat membuka seminar tersebut, mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur patut menyampaikan apresiasi kepada KKI Cabang Manggarai Timur yang telah menginisiasi seminar bertaraf nasional tersebut.

Dengan kerja sebagai sukarelawan, kata Jaghur, KKI bisa melakukan hal-hal besar di wilayah ini, khususnya memperhatikan rakyat yang menderita gangguan jiwa. Pemerintah dan DPRD mestinya lebih bisa daripada KKI karena memiliki anggaran yang memadai untuk mengurus masalah tersebut.

“Pemerintah akui bahwa kami belum lakukan pelayanan terhadap penderita gangguan jiwa. Belum urus masalah kesehatan jiwa. Kami syukuri bahwa kawan-kawan KKI mengetuk hati pemerintah dan DPRD agar segera urus masalah rakyat khususnya gangguan jiwa,” kata Jaghur.

Jaghur juga meminta KKI agar bersama pemerintah mengatasi masalah kesehatan jiwa di Manggarai Timur.

Para peserta seminar, lanjut Jaghur, sangat beruntung mendapatkan ilmu-ilmu yang mahal di ruang seminar ini. Yang hadir di sini adalah narasumber-narasumber yang kompeten di bidang kesehatan jiwa.

“Bahkan narasumber dari WHO datang ke tempat kita yang jauh di sini. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik agar kita sungguh mendapatkan pencerahan tentang penanganan masalah kesehatan jiwa di wilayah kita,” katanya.

Penulis: Albert Harianto
Editor: Avent Saur