Home Sikka Kasus DBD di Sikka: 32 Orang Meninggal, 3.284 Dirawat

Kasus DBD di Sikka: 32 Orang Meninggal, 3.284 Dirawat

Kasus Tahun 2010 hingga Januari 2020

885
0
SHARE
Kasus DBD di Sikka: 32 Orang Meninggal, 3.284 Dirawat

Keterangan Gambar : Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, A.S. Nong Erwin (kanan), memaparkan data DBD periode 2010 hingga Januari 2020 di hadapan DPS Santo Thomas Morus Maumere di Aula TK Yos Sudarso Maumere, Jumat (31/1) petang.

Maumere, Flores Pos — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah merenggut 32 nyawa warga Kabupaten Sikka dan 3.284 warga lainnya dirawat di rumah sakit yang ada di Kabupaten Sikka selama periode 2010 hingga Januari 2020.

Demikian data yang disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka yang juga anggota Seksi Kesehatan Dewan Pengurus Stasi (DPS) Santo Thomas Morus Maumere, A.S. Nong Erwin, di hadapan para pengurus Dewan Pengurus Stasi (DPS) di Aula Yos Sudarso Maumere, Jumat (31/1/2020).

Baca juga: Bupati Roby Idong Berkomitmen Sikka Bebas Pasung Tahun 2020

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPS Santo Thomas Morus, Markus Minggus, didampingi Wakil Ketua Benedikus Bensi, Ketua Pelaksana I Felix Wodon, Ketua Pelaksana II dokter Ignas Henyo Kerong, dan Ketua Pelaksana III Elwis da Rato. Hadir dalam rapat tersebut semua pengurus inti, para ketua seksi, dan anggota DPS Santo Thomas Morus.

Erwin menjelaskan bahwa pada tahun 2010, ada 861 kasus DBD di Sikka, 10 orang di antaranya meninggal dunia. Tahun 2011 ada 57 kasus, 1 orang meninggal dunia. Tahun 2012 ada 141 kasus, tidak ada yang meninggal. Tahun 2013 ada 378 kasus, 3 orang meninggal dunia.

Tahun 2014 ada 106 kasus, 1 orang meninggal dunia. Tahun 2015 ada 157 kasus, tidak ada yang meninggal dunia. Tahun 2016 ada 392 kasus, 2 orang meninggal dunia. Tahun 2017 ada 120 kasus, tidak ada yang meninggal dunia. Tahun 2018 ada 157 kasus, tidak ada yang meninggal dunia.

“Tahun 2019 ada 620 kasus, 13 orang meninggal dunia. Periode 1 hingga 31 Januari 2010 ada 295 kasus, 2 orang meninggal dunia,” katanya.

Tiga Kali Lipat

Erwin pada kesempatan itu juga mengemukakan bahwa data kasus DBD selama periode 1 hingga 31 Januari 2020 menjadi perhatian bersama semua elemen di Kabupaten Sikka.

Keadaan tersebut ditetapkan menjadi KLB karena kasus DBD meningkat tajam tiga kali lipat yakni 295 kasus dan dua meninggal dunia, bila dibandingkan periode yang sama tahun 2019 lalu hanya 65 kasus dan tidak ada kasus meninggal dunia.

Erwin pada kesempatan ini meminta semua elemen warga di Kabupaten Sikka agar terus giat melakukan gerakan 4 M Plus dalam upaya mengatasi dan mencegah DBD.

Gerakan 4 M Plus tersebut, antara lain menutup rapat tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air seminggu sekali, mengubur atau mendaur ulang kaleng-kaleng dan botol bekas yang dapat menampung air, memantau semua wadah air yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk DBD.

Warga juga diminta untuk giatkan penggunaan obat nyamuk, lotion antinyamuk, pemakaian kelambu, dan pemberian abate pada tempat penampungan air yang sulit dikuras. “Mari kita gencarkan gerakan 4 M Plus ini,” pinta Erwin.

Erwin juga berharap agar masyarakat giat melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan rutin membersihkan lingkungan sekitar. “Penyakit DBD erat kaitannya dengan lingkungan. Mari kita giatkan PSN dan kebersihan lingkungan,” pinta Erwin.

Sikka KLB DBD

Diberitakan media ini sebelumnya, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, yang biasa disapa Bupati Roby Idong, menetapkan Sikka sebagai kejadian luar biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tertuang dalam surat pernyataan KLB DBD Nomor Dinkes P2P/112/1/2020.

Penetapan KLB ini menyusul adanya peningkatan kasus selama periode 1 Januari hingga 21 Januari 2020. Dalam data 2020, ada dua warga Sikka yang meningggal dunia dan 184 orang dirawat di beberapa fasilitas kesehatan di Kabupaten Sikka.

Bupati Roby Idong menegaskan kembali Sikka KLB DBD ini kepada wartawan saat orang nomor satu di Kabupaten Sikka itu mengunjungi dan memantau para pasien DBD di RSUD Maumere, Rabu (22/1/2020).

“Hari ini (Rabu, Red) Sikka ditetapkan menjadi KLB DBD. Saya sudah tandatangani pernyataannya,” kata Bupati Roby Idong kepada wartawan di sela-sela peninjauan pasien DBD yang sedang dirawat di Ruang Melati/Anak RSUD Maumere, Rabu (22/1/2020).

Penulis: Wall Abulat
Editor: Avent Saur