Home Gaya Hidup Mama yang Pergi dan Panggilan yang Datang

Mama yang Pergi dan Panggilan yang Datang

- Kisah Panggilan Bruder Marsel Hane, SVD

249
0
SHARE
Mama yang Pergi dan Panggilan yang Datang

Keterangan Gambar : Br. Marsel Hane, SVD

Di tangan Mama kecil dan Om, saya ditempa hingga tiba di sini, di jalan panggilan suci ini; menjadi Bruder Biarawan Misionaris SVD. - Bruder Marsel Hane SVD

Mungkin hanya sedikit orang yang mensyukuri hadirnya kesedihan. Salah satu dari yang sedikit itu adalah Bruder Marselinus Hane, SVD atau Br. Ma’e.

Konon, pria kelahiran Bene-Bene, Malaka, 5 November 1990 ini kehilangan sosok Mama (Kornelia Lais) saat ia baru berusia 4 tahun. Ketika semua orang di sekitarnya mengiringi kepergian Mama dengan air mata, ia hanya mampu memandang tanpa memahami sedikit pun apa arti dari kehilangan. Ia tetap tawa ria di tempat bermain bersama teman sebaya.

Ia bertumbuh di bawah asuhan Mama Kecil dan Om. Bersama pertumbuhan itu, ia baru semakin dalam menyadari bahwa wajah Mama sedikit pun tak ada dalam ingatannya. Juga foto Mama tak tertinggal satu lembar pun.

Kala itu mulailah kesedihan mewarnai jalan hidupnya. Asuhan yang penuh kasih baik hidup kerja maupun hidup rohani, demikian juga hukuman cinta yang ia dapatkan dari Mama Kecil dan Om tidak serta merta menghalau kerinduannya akan sosok Mama; tepatnya rasa kosong akan kasih Ibu.

Buah Perpisahan

Pendidikan SD, SMP, SMA hingga ia masuk ke lingkungan Biara Santo Konradus Ende (BSK) pada 2008, rasa rindu itu tak lekas terhalau, rasa kosong itu tak kunjung terisi.

Namun di kedalaman dirinya, betapa ia berharap kerinduan dan kekosongan itu menjadi kekuatan untuk seluruh perjalanan panggilannya.

Sehabis masa postulat di BSK Ende 2008-2009, ia terus berjalan menempuh masa novisiat di Novisiat Sang Sabda Kuwu, Manggarai, 2009-2011. Aneka aspek dirinya ditempa di sana. Dan tibalah ia pada suatu titik di mana semua kekosongan akan Sosok Mama terisi penuh.

Ia bertutur begini: “Setelah saya bergumul dengan kenyataan masa kecil saya, saya menemukan banyak kekuatan dan keunggulan yang sebelumnya tidak saya sadari. Saya baru menyadari bahwa hampir seluruh hidup yang saya jalani termasuk tantangan-tanganan yang saya hadapi adalah buah-buah perpisahan saya dengan Mama.”

“Saya menjadi pribadi yang tidak mudah putus asa dan cepat berempati pada mereka yang kehilangan orang tua. Saya juga menjadi pribadi yang rajin dan bersemangat, bertanggung jawab dan aneka hal positif lainnya.”

Pada titik ini, ia menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri dan mantap. Dan ia menemukan diri bahwa kehilangan Mama bersama rasa rindu dan rasa kosong yang sudah sekian lama imenggerogoti liku-liku hidupnya kini justru membawanya pada suasana syukur tiada tara.

Tentang rasa syukur itu, anak ketujuh dari tujuh bersaudara ini bertutur begini: “Jika mama saya tidak pergi begitu cepat, maka saya akan menjadi anak bungsu yang cengeng, selalu ingin dimanja, bahkan pribadi yang malas. Jika cengeng, manja dan malas, maka belum tentu saya bisa masuk ke lingkungan biara.”

Komitmen yang Rapih

Untuk saat sekarang, semua proses pendidikan dasar dalam SVD sudah ia jalani tanpa hambatan, sekalipun penuh perjuangan yang tekun.

Maka bersama ikrar untuk selamanya tiga kaul kebiaraan (murni, miskin dan taat) pada 15 Agustus 2019, sebuah komitmen baru ia susun dengan rapih untuk melanjutkan perjalanan hidup sebagai Biarawan Misionaris.

“Syukur kepada Tuhan, saya dimampukan untuk tiba pada titik ini. Dalam hidup membiara dan bermisi, saya tidak cukup hanya menahkodainya. Saya harus memahami secara mendalam dan menerima konsekuensinya.”

“Dalam profesi saya sebagai guru fisika, saya terus berjuang menambah ilmu dan memelihara panggilan saya. Bukan hanya untuk kepentingan pribadi saya, melainkan untuk kepentingan semua orang yang saya layani.”

Bermodalkan komitmen ini, bukan tidak mungkin, Bruder Marsel akan berjumpa dengan sekian banyak Mama dan Om yang selalu mendukung dan menguatkannya dalam menjalani panggilannya.

Proficiat Bruder Marsel atas ikrar kaul kekal dalam SVD. Salam dalam Sang Sabda.

Oleh Avent Saur