Home Sikka TRUK Dampingi 5 Korban Pemerkosaan yang Diusir Warga Sekampung

TRUK Dampingi 5 Korban Pemerkosaan yang Diusir Warga Sekampung

- Takut Aib

469
0
SHARE
TRUK Dampingi 5 Korban Pemerkosaan yang Diusir Warga Sekampung

Keterangan Gambar : Suster Eustochia, SSpS (tengah) didampingi Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sikka, Dokter Maria B.S. Nenu (kiri) dan Staf TRUK Yanto Dereng (kanan) membeberkan Catatan Akhir Tahun kepada wartawan di Kantor TRUK Maumere, Kamis (30/1/2020).

 

“Yang saya tanyakan, kenapa warga kampung bukannya mengusir pelakunya, tetapi mengusir korban dan ibunya?" - Sr. Eustochia.


Maumere, FLores Pos - Tim Relawan Kemanusiaan Maumere (TRUK)  pernah mendampingi 5 korban pemerkosaan anak di bawah umur yang diusir dari kampung halamannya oleh  warga,  karena takut aib. Kasus terakhir yang ditangani TRUK adalah korban pemerkosaan anak di bawah umur asal Desa Kopong, Kecamatan Kewapante, pada tahun 2019.

Koordinator TRUK Maumere Suster Eustochia, SSpS dan salah seorang staf  TRUK, Heni Hungan, menyampaikan ini  kepada wartawan saat menyampaikan Catatan Akhir Tahun 2019 terkait kinerja lembaga ini di Kantor TRUK Maumere, Kamis (30/1/2020).

Turut mendampingi Suster Eustochia, SSpS saat penyampaikan Catatan Akhir Tahunan itu  adalah Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Sikka, Dokter Maria B.S. Nenu dan kru TRUK, di antaranya Sr. Fanti Yanglera, SSpS, Yanto Dereng,  Erlyn Istilca, Osa Keytimu, dan Fransiskus Gunadi.

Suster Eustochia menjelaskan, pengusiran terhadap korban kekerasan seksual asal Kopong menjadi perhatian lembaga yang dipimpinnya, karena korban yang sudah terjatuh akibat diperkosa, diusir pula oleh warga sekampung.

“Yang diusir adalah korban anak di bawah umur dan ibunya. Mereka diusir karena takut aibnya dialami warga sekampung,” kata Suster Eustochia.

Suster Eustochia mengaku heran karena warga kampung malah mengusir korban dan ibunya, dan bukannya pelaku. “Yang saya tanyakan, kenapa warga kampung bukannya mengusir pelakunya, tetapi mengusir korban dan ibunya? Ya, itu tadi, alasan warga, aib dari perbuatan korban bisa berdampak pada seluruh warga kampung,” kata Suster.

Suster Eustochia meminta para pihak agar ketika menghadapi kasus pemerkosaan atau kekerasan lainnya, memberikan solusi yang tepat, sehingga kaum perempuan, apalagi anak-anak di bawah umur, tidak dirundung masalah yang beruntun dengan adanya sanksi sosial atau adat yang memberatkan hidupnya.

“Kita butuh solusi dan pendampingan yang serius dalam upaya menangani masalah korban kekerasan yang dialami anak-anak dan kaum perempuan,” katanya.

Bantu Bangun Rumah

Suster Eustochia, SSpS menambahkan bahwa pihak TRUK Maumere dibantu beberapa pihak, di antaranya Kongregasi SVD dan Kongregasi SSpS. Kedua kongregasi telah membangun satu buah rumah untuk korban pemerkosaan anak di bawah umur asal Kopong di salah satu lokasi yang dekat dengan permukiman warga.

Oleh Wall Abulat
Editor: Amandus Klau