Home Sikka Wujudkan Ketahanan Pangan di Sikka, Bupati Robi Idong Upayakan Tanam Tiga Kali Setahun

Wujudkan Ketahanan Pangan di Sikka, Bupati Robi Idong Upayakan Tanam Tiga Kali Setahun

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

135
0
SHARE
Wujudkan Ketahanan Pangan di Sikka, Bupati Robi Idong Upayakan Tanam Tiga Kali Setahun

Keterangan Gambar : Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo (kiri depan) dan Wakil Bupati Romanus Woga memimpin rapat koordinasi untuk membahas sejumlah terobosan termasuk di bidang ketahanan pangan yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Sikka, Senin (14/9/2020).


Maumere, Flores Pos — Bupati Kabupaten Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau yang biasa disapa Bupati Robi Idong berkomitmen mewujudkan ketahanan pangan dengan melakukan pelbagai terobosan seperti memberdayakan pelbagai bendungan dan sumber mata air yang ada di Kabupaten Sikka untuk melakukan penanaman tiga kali dalam setahun.

Terobosan Bupati Robi Idong untuk memenuhi stok pangan di Kabupaten Sikka ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi di hadapan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sikka di Ruang Kerja Bupati Sikka, di Jalan El Tari Maumere, Senin (14/9/2020).

Hadir dalam rapat ini, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Penjabat Sekda Kabupaten Sikka Wilhelmus Sirilus, para Asisten Setda dan pimpinan OPD, termasuk Kadis Ketahanan Pangan Hengki Sali dan Kadis Pertanian Sikka Maurits da Cunha.

Baca juga: Direktur WTM Menyerahkan Bantuan untuk 27 KK Warga Magepanda yang Mengonsumsi Ubi Hutan

Bupati Robi Idong mengakui bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan dan merealisasikan penanaman tiga kali dalam setahun, Pemkab akan memberdayakan bendungan Napung Gete, sumber mata air Nirangkliung, sumber mata air Wairpuang, dan sejumlah embung yang tersebar di beberapa tempat di Kabupaten Sikka.

“Semua bendungan dan sumber mata air yang akan akan dimaksimalkan untuk melakukan penanaman tiga kali dalam setahun. Ini beberapa upaya yang kita lakukan untuk mewujudkan ketahanan di Kabupaten Sikka,” katanya.

Bupati Robi Idong pada kesempatan ini juga meminta instansi terkait untuk memberdayakan pelbagai pangan alternatif/pangan lokal seperti ubi hutan atau ondo/magar dalam bahasa setempatnya.

Baca juga: Kapolres Sikka Membantu 27 KK Magepanda yang Mengonsumsi Ubi Hutan

Bupati mengakui bahwa langkah yang dilakukan puluhan KK di Desa Done, Kecamatan Magepanda yang memberdayakan ubi hutan atau Ondo diolah menjadi makanan alternatif, bukan karena mereka lapar atau stok pangan habis, tetapi lebih pada upaya memberdayakan pangan lokal setempat sebagai alternatif makanan.

“Warga di Desa Done mengonsumsi ubi hutan bukan karena mereka lapar atau kehabisan stok pangan, melainkan lebih untuk memberdayakan makanan lokal setempat,” katanya.

Diberitakan Flores Pos sebelumnya, Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Kabupaten Sikka, Carolus Winfridus Keupaung atau yang biasa disapa Win Keupung mengemukakan bahwa dari penelitian yang dilakukan lembaganya di Desa Done belum lama ini ditemukan adanya fakta bahwa ada 27 kepala keluarga (KK) di Desa itu terpaksa mengonsumsi ubi hutan atau yang dalam bahasa setempat disebut ondo akibat gagal panen dan anomali iklim.

Baca juga: Anomali Iklim, 27 KK di Magepanda Mengonsumsi Ubi Hutan

“Dari penelitian yang kami lakukan ditemukan adanya fakta di mana ada 27 KK di Desa Done, Kecamatan Magapenda sudah mulai mengonsumsi ubi hutan dalam dua bulan terakhir,” kata Win Keupung yang dihubungi Flores Pos, Rabu (9/9/2020).

Win Keupung menjelaskan 27 KK yang mengonsumsi ondo atau ubi hutan itu menetap di dua dusun dengan rincian 25 KK berada di dusun Ladubewa, dan 2 KK lainnya di dusun Watuwa.

“27 kepala keluarga tersebut pada umumnya adalah petani lahan kering dengan jenis tanaman yang dikembangkan adalah padi dan jagung. Sayangnya sudah hampir 2 tahun ini dengan perubahan cuaca yang tidak menentu, para petani mengalami gagal panen. Akibatnya di tahun ini para petani tersebut kehabisan ketersediaan pangan,” kata Win Keupung dengan pernyataan yang sama dan pernah diposting dalam website WTM Sikka.