Home Ende Kata Bupati Djafar, Mutasi Bukan karena Politik

Kata Bupati Djafar, Mutasi Bukan karena Politik

273
0
SHARE
Kata Bupati Djafar, Mutasi Bukan karena Politik

Keterangan Gambar : Bupati Ende, Djafar Achmad

Ende, Flores Pos — Bupati Ende Djafar Achmad saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Ende menegaskan bahwa sebagai Bupati Ende, dirinya tidak melakukan mutasi karena politik dan kepentingan lain.

Bupati Djafar meminta agar aparatur sipil negara (ASN) terus meningkatkan kinerja karena Kabupaten Ende mendapat rapor merah perihal kinerja pemerintahan.

"Saya tidak akan lakukan mutasi sembarang dan karena kepentingan politik atau kepentingan lain. Tetap bekerja dan tingkatkan kinerja pada tahun 2020," katanya.

Hal ini dikatakan oleh Bupati Ende, Djafar Achmad, saat sidak ke Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ende, Jumat (3/1).

Saat memberikan arahan pada ASN di beberapa OPD, Bupati Djafar menekankan bahwa kehadirannya di Kabupaten Ende untuk bekerja.

Dalam masa kepemimpinannya orang nomor satu di Kabupaten Ende ini menegaskan bahwa tidak memilih suku atau agama. Dirinya bekerja untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Ende.

"Saya tidak pilih suku atau agama. Semangat saya adalah untuk bekerja. Karena itu, jika ada orang yang malas, kita jangan ikuti. Harus laporkan kepada saya. Saya minta semua ASN untuk mendukung saya dalam membangun daerah ini lima tahun ke depannya," kata Djafar.

Angin Segar Birokrasi

Anggota DPRD Ende, Vinsen Sangu, saat dimintai komentarnya, Minggu (5/1), mengatakan bahwa pernyataan Bupati Djafar bahwa tidak akan melakukan mutasi karena kepentingan politik, suku, dan agama, merupakan angin segar bagi sehatnya birokrasi di Ende.

Anggota DPRD Ende dari PDIP ini mengapresiasi dan mendukung pandangan dan kebijakan Bupati Djafar. Namun saat ini beberapa jabatan yang lowong dan menunggu Bupati Ende mengumumkan hasil tes dan penempatan pejabat eselon II.

Vinsen berharap penempatan pejabat struktural ini bebas dari politik, suku, dan agama, serta kepentingan lainnya.

"Pernyataan Bupati Djafar adalah angin segar bagi tubuh birokrasi pada awal 2020. Saya berikan apresiasi dan dukungan. Di depan mata,  kita dihadapkan dengan sederetan antrean, menanti kebijakan promosi dan penempatan personalia struktural birokrasi atas lowongan jabatan yang ada,” tuturnya.

Sangu berharapkan Bupati Djafar mewujudkan kebijakan lisan tersebut dalam tindakan nyata khususnya dalam pengumuman hasil fit and proper test terhadap ASN yang akan mengisi beberapa jabatan yang kosong dan sungguh terhindar dari kepentingan politik, suku, kedekatan darah, dan agama.

Dengan mengabaikan arus kepentingan politik sempit tersebut, lanjut Sangu, Bupati Djafar sudah memberikan roh dan semangat baru bagi tubuh birokrasi di Ende. Semangat mengabdi untuk daerah dan rakyat pun akan lebih baik, lebih maju, dan lebih profesional.

Penulis: Willy Aran
Editor: Avent Saur