Home Ngada Mayat di Maumbawa Bukan Kasus Pembunuhan

Mayat di Maumbawa Bukan Kasus Pembunuhan

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Elton Wada

675
0
SHARE
Mayat di Maumbawa Bukan Kasus Pembunuhan

Keterangan Gambar : Kasat Reskrim Polres Ngada Iptu I Ketut Rai Artika SH


Bajawa, Flores Pos — Kapolres Ngada AKBP Rio Cahyowidi S.I.K.,M.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Ngada Iptu I Ketut Rai Artika SH di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2020) menjelaskan bahwa mayat yang ditemukan di Kampung Wolobawa, Desa Kezewea, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada bukan merupakan korban pembunuhan.

Dijelaskan bahwa mayat yang ditemukan Selasa (11/9/2020) sekitar pukul 06.15 Wita adalah mayat seorang perempuan bernama Emelada Ema Als Meda (44 tahun ) warga Wolobawa, Desa Kezewea, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada. Pihaknya sendiri telah memeriksa 14 Saksi.

Secara kronologis, katanya, Kapolres Ngada bersama Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kanit Tipikor, Satuan Reserse Kriminal dan Identifikasi Polres Ngada telah mendatangi TKP dan melakukan olah TKP dan Identifikasi Korban. Setelah melakukan olah TKP dan Identifikasi Korban pada hari yang sama, Kapolres Ngada langsung membentuk Satuan Tugas untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus penemuan mayat tersebut.

Saat itu juga dikeluarkan Surat Perintah Tugas Tim Gabungan Satuan Reskrim (Buser) Polres Ngada dan Anggota Polsek Golewa, di bawah Pimpinan Kasat Reskrim Polres Ngada IPTU I Ketut Rai Artika, S.H. dan Kanit Tipikor Polres Ngada IPDA Anselmus Leza, S.H dan Anggota yang terdiri dari Bripka Fransiskus Nanga, Bripka Krispianus Ria, Bripka Yohanes Noka, Bripka Jemsi Nope Boys dan, Briptu Didik Septiantono.

Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi selama 14 hari, Tim Gabungan berhasil mengungkap dan melakukan penangkapan terhadap pelaku berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor : Sp-Kap/05/VIII/2020/Reskrim, tanggal 25 Agustus 2020 terhadap pelaku dengan Inisial KU (KAREL UTA). Pelaku diduga melakukan tindak pidana membiarkan orang lain yang membutuhkan pertolongan meninggal dunia bertempat di rumah milik pelaku.

Dijelaskan pula bahwa antara korban Emelda Ema Als Meda dan tersangka Inisial KU sebelum kejadian tersebut menjalin hubungan asmara. Sehari sebelum kejadian tersebut, tepatnya Senin, (10/8/2020) antara korban dan tersangka saling berjanji untuk bertemu di TKP melalui pesan inbox di media sosial Facebook.

Pada Selasa (10/8/2020) pukul 18.42 korban dan tersangka kasus pembunuhan bertemu di tempat kejadian.

Baca juga: 5 Personil Polres Ngada Mendapat Penghargaan setelah Mengungkap Kasus Kematian IE

Selanjutnya pada Jumat tanggal 14 Agustus 2020 tersangka mendengar penemuan mayat korban. Hari itu juga tersangka langsung membuang HP milik korban ke Laut untuk menghilangkan jejak percakapan antara dirinya dan korban.

Pada saat penangkapan yang dilakukan oleh Tim Gabungan, tersangka tidak melakukan perlawanan terhadap petugas. Dalam tindak pidana tersebut diamankan barang bukti 1 unit HP Android merk Samsung J2 warna Putih Gold, 1 lembar baju kaos warna biru berkerak, 1 lembar celana jeans pendek warna biru, 1 lembar celana dalam warna putih, 1 buah BH warna biru corak bunga dan 1 pasang sendal jepit.

Untuk barang bukti sendiri masih dilakukan pengembangan oleh tim gabungan. Kasus tersebut telah dibuatkan laporan polisi model “B” dengan nomor : LP/36/VIII/2020/Polres Ngada/ Polsek Golewa, tanggal 14 Agustus 2020. Penanganan dan pemeriksaan selanjutnya dalam proses penyidikan, dilaksanakan oleh Sat Reskrim Polsek Golewa dengan diterbitkannya Sprindik dan SPDP terhadap kasus tersebut.

Saat ini tersangka telah ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : Sp-Han/05/VIII/2020/Reskrim, tanggal 26 Agustus 2020, diRutan Mapolres Ngada. Untuk Sementara pelaku dikenakan pasal 306 Ayat (2) KUHP dengan ancaman Pidana paling lama  9 (sembilan) tahun. Sat Reskrim Polsek Golewa sendiri saat ini sedang melakukan penyidikan dan mendalami kasus tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Ngada agar tetap menjaga situasi kamtibmas sebagaimana kita ketahui bahwa di media sosial terutama Facebook banyak postingan tentang kasus ini dan mendapat tanggapan/komentar dari para netizen yang sifatnya ancaman dan intimidasi terhadap para pelaku," katanya.