Home Sikka 600-an Orang, Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Kabupaten Sikka

600-an Orang, Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Kabupaten Sikka

388
0
SHARE
600-an Orang, Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Kabupaten Sikka

Keterangan Gambar : Peserta seminar kesehatan jiwa dalam rangka memaknai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 10 Oktober 2019 berlangsung di Kantor Camat Nita, Kabupaten SIkka, Selasa (8/10).

Dari 600-an penderita, sekitar 190-an penderita belum mendapatkan pelayanan medis baik karena kurangnya dukungan keluarga maupun karena penderita masih menggelandang di jalanan.

Maumere, Flores Pos — Jumlah penderita gangguan jiwa di wilayah Kabupaten Sikka mencapai 600-an orang, tersebar di 2o-an puskesmas. Penderita yang terpasung berjumlah 20-an orang, lainnya sudah dibebaskan dari pasungan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P3TM) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dokter Harlin Hutauruk, mengatakan ini dalam seminar kesehatan jiwa, berlangsung di Kantor Camat Nita, Kabupaten Sikka, Selasa (8/10).

Seminar bertema “Stop Stigma, Kami Bisa Berkarya Jika Tidak Dipasung” tersebut dalam rangka memaknai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober 2019.

Dokter Harlin Hutauruk mengatakan, seminar kesehatan jiwa tersebut dilakukan di Kecamatan Nita karena jumlah penderita gangguan jiwa di wilayah tersebut terbilang tinggi, 74 orang. Di beberapa puskesmas, jumlah penderita belum banyak karena belum gencar mendatakannya.

“Kita akan terus dorong puskesmas-puskesmas agar lebih bergerak dalam mendatakan warga yang menderita gangguan jiwa,” kata dokter Harlin.

Menurut dokter Harlin, dari 600-an penderita, sekitar 190-an penderita belum mendapatkan pelayanan medis baik karena kurangnya dukungan keluarga maupun karena penderita masih menggelandang di jalanan.

Layanan Medis dan Sosial

Salah satu narasumber dalam seminar tersebut, Psikiater RSUD Maumere dokter Fatimah, mengatakan bahwa selain pelayanan medis, penderita gangguan jiwa juga mesti disentuh dengan pelayanan sosial. Penderita membutuhkan kasih sayang dari keluarga dan sesama di sekitarnya.

RSUD Maumere, kata dokter Fatimah, sudah menyediakan pelayanan buat penderita gangguan jiwa. Banyak pasien sudah kembali bekerja seperti sedia kala, misalnya, guru, ojek, pedagang, perawat, dan lain-lain. Mereka pulih karena keluarga dan sesama terus memberikan semangat.

“Kita berikan obat kepada mereka dan terus berikan semangat agar kesehatannya tetap terjaga,” kata dokter Fatimah.

Selain dokter Fatimah, narasumber lain dalam seminar tersebut, antara lain Aktivis Rumah Bebas Pasung Pater Alfons dari ordo Santo Kamilus Nita, dan Psikiater pada Fakultas Psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta Suster dokter Anke Felicitas Böckenförde MMS.

Narasumber lain, Psikolog pada Fakultas Psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta Ibu Tyas, dan shering gagasan dan pendampingan dari Ketua Kelompok Kasih Insanis Provinsi NTT Pater Avent Saur SVD.

Seminar yang dihadiri segenap paramedis Puskesmas Nita dan Dinkes Sikka beserta masyarakat perwakilan dari semua desa di wilayah Kecamatan Nita tersebut, dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus.

Penulis: Avent Saur
Editor: Selo Lamatapo