Home Manggarai Jelang New Normal, Kodim Ruteng Prakarsai Rapat Komunikasi Sosial soal Penanganan Covid-19

Jelang New Normal, Kodim Ruteng Prakarsai Rapat Komunikasi Sosial soal Penanganan Covid-19

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Anton Harus

130
0
SHARE
Jelang New Normal, Kodim Ruteng Prakarsai Rapat Komunikasi Sosial soal Penanganan Covid-19

Keterangan Gambar : Sekda Manggarai Fansy Jahang (berdiri) saat membuka rapat Komunikasi Sosial yang diprakarsai Kodim 1612 Ruteng, berlangsung di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai pada Rabu (1/7/2020).


Ruteng, Flores Pos — Kodim 1612 Ruteng memprakarsai rapat bertajuk Komunikasi Sosial dengan pemerintah tentang sinergisitas membangun bangsa dan sosialisasi penanganan covid-19. Rapat ini guna mendapatkan masukan untuk dituangkan dalam keputusan bupati Manggarai tentang new normal.

Dalam rapat yang digelar di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai pada Rabu (1/7/2020) tersebut dihadiri Dandim Kasdim Mayor (Chb) I Wayan Subrata bersama Pasitel Falen Lanar, dan pelbagai elemen.

Rapat dan diskusi dibuka Sekda Manggarai, Fansy Jahang, dan dipandu Asisten III Setda Manggarai Frans Kakang. Dalam rapat ini banyak masukan berkaitan dengan apa yang mesti dimasukkan dalam keputusan bupati dalam pelaksanaan kehidupan normal baru nanti di Manggarai.

Sekda Fansy Jahang mengatakan, untuk mencegah dan menangani covid-19, ada banyak hal yang sudah dilakukan secara bersama. Apa yang dilakukan itu dirasakan masyarakat baik pencegahan, penanganan, dan sosialisasi, maupun pelaksanaan program untuk publik yang terkena dampak covid-19.

Semuanya berjalan baik, lanjutnya, karena keterlibatan banyak pihak yang tergabung dalam Satgas Komando Penanganan Covid-19 Manggarai.

"Terima kasih untuk Kodim atas prakarsanya dalam kegiatan ini. Fokus kita saat ini adalah bagaimana kita hidup dalam pandemi covid-19. Kita butuhkan masukan untuk dituangkan dalam keputusan bupati terkait new normal di Manggarai," katanya.

Menurut Jahang, saat ini sebetulnya bukan lagi berbicara tentang sosialisasi dan edukasi, melainkan soal penegakan protokol kesehatan seperti pengenaan masker, menjaga jarak, pengaturan untuk kegiatan berkumpul, dan budaya hidup bersih.

Dalam penegakan itu, katanya, apakah perlu dilakukan penertiban dengan protokol hingga penetapan sanksi bagi yang tidak menaati protokol kesehatan?

Menurut Jahang, dalam hal pematuhan protokol kesehatan, aparat harus menjadi contoh minimal dalam pengenaan masker. Khusus untuk apel para pegawai di tingkat kabupaten, biasanya hadir 1.000 orang, tetapi dalam masa new normal akan dibatasi hanya 100 orang.

"Pengaturan detail juga dilakukan terkait acara pesta, acara adat, dan aktivitas keagamaan," tuturnya.

Tegakkan Protokol Kesehatan

Kasdim (Chb) I Wayan Subrata mengatakan, sebagai bagian dari Satgas Penanganan Covid-19, pihaknya saat ini menunggu keputusan bupati yang mengatur kehidupan normal baru tentang apa saja yang dilakukan guna mencegah covid-19.

Dalam situasi sekarang, lanjutnya, penegakan protokol kesehatan harus dilakukan agar mata rantai penyebaran covid-19 bisa putus.

"Kita semua harus tegakkan protokol kesehatan. Kita harus bekerja bersama dalam payung Satgas Komando Penanganan Covid-19 Manggarai," katanya.*