Home Manggarai Timur Terlibat Judi, 3 ASN di Matim Diberhentikan Sementara

Terlibat Judi, 3 ASN di Matim Diberhentikan Sementara

- Surat Pemberhentian Sudah Ditandatangani Bupati

34
0
SHARE
Terlibat Judi, 3 ASN di Matim Diberhentikan Sementara

Keterangan Gambar : Ilustrasi kartu remi.

 

"Sesuai aturan, pelaku yang berstatus PNS diberhentikan sementara karena menjadi tersangka tindak pidana," - Yustina Ngidu, Kepala BKD Kabupaten Matim. 


Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur akhirnya memberhentikan sementara tiga Aparatur sipil Negara (ASN) karena terlibat kasus perjudian.

Hal ini disampaikan Kepala BKD Matim, Yustina Ngidu, kepada Flores Pos, Senin (28/10).

Menurut Yustina, surat pemberhentian sudah ditandatangi Bupati Manggarai Timur. Dan surat itu tertuang dalam Keputusan Bupati Manggrai Timur, Nomor: BKPSDM.887/1579/X/2019 tentang Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri Sipil Lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

Pemberhentian itu juga, jelas Yustina, sesuai dengan ketentuan Pasal 88 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, pasal 276 huruf c dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Sesuai aturan, pelaku yang berstatus PNS diberhentikan sementara karena menjadi tersangka tindak pidana. Sementara yang THL menjadi kewenangan pimpinan OPD. Kebijakan pemecatan THL ada pada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD.

Diberitakan sebelumnya, ketiga ASN dan kedua THL di lingkup Pemda Manggarai Timur itu ditangkap oleh anggota Satreskrim Polsek Borong saat sedang berjudi di salah satu rumah milik warga Desa Gurung Liwut, Selasa (1/10).

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkab Matim, Toby Suman, mengatakan pihaknya sudah meminta konfirmasi pihak Polsek Borong, dan pihak Polsek membenarkan bahwa ada 3 ASN dan 2 THL di lingkup Pemerintah Kabupaten Matim yang ditangkap karena terlibat kasus perjudian.

Dan kalau para ASN dan THL tersebut ditahan karena statusnya sebagai tersangka, jelas Toby, maka akan diberhentikan sementara sebagai PNS dan THL. Hal itu sesuai dengan ketentuam dan aturan yang berlaku.
Kapolsek Borong, AKP Ongkowijono Tri Atmodjo, kepada Flores Pos di Polsek Borong, Rabu (2/10), menyebutkan nama kelima pelaku perjudian tersebut, yakni Malkus Marluhan Putuh (32), ASN Dinas Perikanan, Yohanes Vianney (30), ASN Bagian Umum Setda Matim, dan Florentinus Ronaldy Ndarung (41), ASN Bagian Umum Setda Matim. Sedangkan, dua pegawai THL tersebut adalah Petrus Salestinus Boni (33), THL bagian Umum Setda Matim, dan Emilianus Maru (32), THL Dinas Pariwisata. Sebagai saksi dalam kasus itu adalah Maria Suryanti Indang.

Kelima pegawai itu ditangkap dalam posisi sedang bermain kartu remi dengan taruhan uang. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi mendapat laporan dari warga yang juga pemilik rumah atas nama Ferdinandus Sensi.

Sekitar pukul 16.00 Wita, pelaku datang ke rumah milik pelapor, Sensi, dengan membawa dua pasang kartu warna merah dan biru. Kemudian para pelaku bermain judi kartu taruhan uang. Sekitar pukul 17.30 Wita, anggota Polsek Borong datang dan menangkap para pelaku. Sekitar pukul 17.45 Wita, kelima pelaku dibawa aggota Polsek Borong ke Mapolsek untuk dimintai keterangan.

Polisi meringkus para pelaku perjudian dengan barang bukti berupa uang senilai Rp1.250.000. Rincianya: pecahan uang kertas Rp100.000 sebanyak 1 lembar, pecahan uang kertas Rp50.000 sebanyak 20 lembar, pecahan uang kertas Rp20.000 (4 lembar), dan pecahan uang kertas Rp 10.000 (7 lembar). Selain uang, ada satu pasang kartu remi, di mana kartu berwarna merah sebanyak 32 lembar dan berwarna biru sebanyak 32 lembar.

Oleh Albert Harianto
Editor: Amandus Klau