Home Manggarai 2.600 Pelaku Perjalanan Melintasi Posko Weri Pateng

2.600 Pelaku Perjalanan Melintasi Posko Weri Pateng

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Anton Harus

458
0
SHARE
2.600 Pelaku Perjalanan Melintasi Posko Weri Pateng

Keterangan Gambar : Jubir Satgas Penanganan Corona Manggarai, Lody Moa.

Ruteng, Flores Pos — Pelaku perjalanan yang melintasi jalur jalan nasional dari Labuan Bajo menuju wilayah Flores bagian timur terbilang tinggi. Hal itu dibuktikan dengan data pada posko perbatasan di Weri Pateng, Desa Persiapan Redi, Kecamatan Lelak, mencapai 5.600-an pelaku perjalanan dalam kurun waktu tujuh hari.

Jubir Satgas Penanganan Corona Manggarai, Lody Moa dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (27/5/2020) mengatakan, jalur jalan nasional wilayah tengah terbilang sangat tinggi.

Hal itu ditandai dengan catatan data pelaku perjalanan yang masuk dan keluar Manggarai selama lima hari (15-22/5/2020) di posko Weri Pateng yang mencapai 2 .600-an orang. Keadaan ini pada masa pandemi corona, apalagi pada situasi normal, jumlah orang yang melintas sudah pasti akan lebih banyak lagi.

"Pengguna jalan Nasional jalur tengah sangat tinggi setiap hari. Data dari posko Weri Pateng membuktikan hal itu. Dalam kurun waktu satu minggu bisa 2.000-an orang yang melintas," katanya.

Dikatakan, data riilnya, para pelaku perjalanan selama seminggu itu sebanyak 2.630 orang dengan rincian laki-laki 2.263 orang dan perempuan 367 orang. Para pelaku perjalanan itu diketahui pergi dan datang ke Manggarai atau ke atau dari daerah lain di Flores. Semua pelaku perjalanan itu dicatat dan diperiksa sesuai dengan protokol kesehatan.

Menurutnya, data lebih detailnya  pelaku perjalanan dengan tujuan akhir Manggarai sebanyak 1.356 orang, dengan rincian laki-laki sebanyak 1.153 orang dan perempuan sebanyak 203 orang. Lalu, pelaku perjalanan  lain sebanyak 1.274 orang dengan tujuan  perjalanan akhir Manggarai Timur, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Manggarai Barat, Bima, Bali dan Surabaya.

Jubir Lody Moa mengatakan, sejak beroperasi posko Weri Pateng, semua berjalan lancar dan aman.  Secara umum pelaku perjalanan mengikuti sejumlah persyaratan seperti yang telah diatur dalam protap dan protokol kesehatan seperti  pelaku perjalanan membekali diri dengan surat keterangan kesehatan, dokumen identitas diri/ KTP dan lain sebagainya.

Semua bisa bekerja baik berkat kesiagaan  para petugas posko yang terdiri dari berbagai unsur yaitu TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan petugas lainya.

Sebelumnya Bupati, Deno Kamelus mengatakan,  Posko Weri Pateng diadakan untuk memantau dan mengawasi warga yang masuk dan keluar Manggarai. Posko ini ada karena ada kasus positif corona di Mabar, yakni di Kecamatan Lembor, wilayah yang sangat dekat dengan Manggarai. Tindakan ini diambil guna membatasi dan memutuskan mata rantai penyebaran corona.

"Yang dilakukan ini tidak keluar dari protokol kesehatan. Karena itu, kita harus paham dan taati dalam kerangka mencegah penyebaran corona yang lebih luas lagi," katanya. *