Home Lembata Akses Transportasi Dibuka, Lembata Akhirnya Masuk Zona Merah

Akses Transportasi Dibuka, Lembata Akhirnya Masuk Zona Merah

Penulis: Maxi Gantung / Editor: Avent Saur

1,270
0
SHARE
Akses Transportasi Dibuka, Lembata Akhirnya Masuk Zona Merah

Keterangan Gambar : Ilustrasi merawat pasien covid-19 karya Roby Watowai.


Lewoleba, Flores Pos — Sejak pandemi virus corona melanda dunia, Pemerintah Kabupaten Lembata mengambil langkah pembatasan akses transportasi dari dan ke Lembata.

Namun sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi NTT yang membuka semua akses transportasi termasuk dari dan ke Kabupaten Lembata beberapa waktu lalu, akhirnya kini Lembata masuk zona merah.

Seorang warga Lembata terkonfirmasi positif covid-19 pada Sabtu (18/7/2020). Ia berasal dari Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung, klaster Makassar.

Hal ini mengemuka dalam rilis Satgas Covid-19 Provinsi NTT pada Sabtu (18/7/2020).

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur yang dihubungi Flores Pos melalui telepon pada Minggu (18/7/2020), mengatakan bahwa dirinya sudah perintahkan Sekda Lembata untuk segera keluarkan instruksi agar masyarakat mesti menjaga diri dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Kita lakukan pengawasan dan pengendalian. Masyarakat harus jaga diri masing-masing, jaga imun kita, cuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir, jaga jarak, dan pakai masker,” katanya.

Bupati Sunur juga meminta masyarakat agar jangan menganggap remeh virus corona. “Virus ini sangat berbahaya, dan kita tidak tahu kapan virus ini berakhir,” tuturnya.

Dengan adanya kasus positif, Bupati Sunur menutup akses keluar-masuk Desa Babokerong selama 3 hari, Minggu-Selasa (19-21/7 /2020).

“Masyarakat Babokerong dilarang bepergian atau keluar dari desa. Siapa pun dilarang masuk Desa Babokerong selama 3 hari,” tegasnya.

Telusuri Jejak Kontak

Tim surveillance sedang melakukan tracking kontak terhadap pihak-pihak yang pernah berinteraksi dengan pasien positif tersebut. Tracking dilakukan sejak Minggu (19/7/2020), dah hasilnya dilaporkan kepada Bupati Lembata selaku Ketua Gugus Covid-19 Kabupaten Lembata.

Bupati Lembata dalam instruksinya juga memastikan bahwa pasien positif tersebut menjalani isolasi mandiri secara ketat di rumahnya selama 14 hari sejak Sabtu (18/7/2020).

Pasien juga, lanjutnya, tidak diperkenankan isolasi di fasilitas kesehatan terdekat demi menghindari penularan lebih jauh.

Bupati Sunur juga mengintruksikan agar masyarakat, tetangga, pemerintah desa, dan gugus tugas mengawasi secara ketat terhadap pasien tersebut.

“Pasien harus dipastikan patuh pada protokol kesehatan. Jika dalam pemantauan ada gejala atau indikasi negatif, segera merujuk ke rumah sakit. Petugas juga harus laporkan perkembangan keadaannya setiap hari kepada bupati,” katanya.*