Home Ngada Diduga, Ada Tersangka Lain dalam Kasus Peningkatan Jalan Dorarapu-Dhoki Matawae

Diduga, Ada Tersangka Lain dalam Kasus Peningkatan Jalan Dorarapu-Dhoki Matawae

Penulis: Wim de Rozari/ Editor: Arkian Biaf

730
0
SHARE
Diduga, Ada Tersangka Lain dalam Kasus Peningkatan Jalan Dorarapu-Dhoki Matawae

Keterangan Gambar : Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan, Dicky Martin Saputra didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Edie Sulistyo Utomo memeriksa konsultan perencana peningkatan jalan Doraapu-Dhoki Matawae, Kecamatan Golewa Barat

Bajawa,Flores Pos — Setelah Kejaksaan Negeri Ngada melalui Kepala Kejaksaan Negeri Ngada, Ade Indrawan menetapkan dua tersangka dalam kasus peningkatan Jalan Dorarapu-Dhoki Matawae, Kecamatan Golewa Barat Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2018, kini Kejari Ngada memeriksa sejumlah saksi lainnya.

Ade Indrawan, melalui Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan, Dicky Martin Saputra menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyidikan terkait perkembangan kasus korupsi yang melibatkan Kepala Dinas PU Kabupaten Ngada. Saat ini pihaknya terus melakukan penyidikan terhadap konsultan perencana peningkatan jalan Doraapu-Dhoki Matawae.

Menurut Dicky Martin, masyarakat perlu mengetahui bahwa pihaknya terus melakukan pengembangan penyidikan. Pada Kamis (14/5/2020), pihaknya memeriksa konsultan perencana dan Selasa (19/5/2020) pihaknya akan mengundang Dinas PU Kabupaten Ngada.

"Saat ini penyidikan masih difokuskan pada konsultan perencana. Kemungkinan setelah lebaran kita akan melakukan tindakan penahanan dan juga besar kemungkinan ada penambahan tersangka baru," ungkap Dicky, kepada sejumlah wartawan, Selasa (19/5/2020).

Dicky menegaskan, pihak Kejari Ngada akan mengusut tuntas kasus korupsi tersebut.

"Kami msih mendalami pihak-pihak lainnya yang bisa menjadi tersangka. Soal kerugian, kami dalami lagi. Kami pastikan ke masyarakat bahwa kami sedang bekerja. Ada penyelidikan kasus lain yang kita sedang tangani dan akan kita umumkan setelah lebaran nanti," ungkapnya.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, Kejaksaan Negeri Ngada melalui Kepala Kejaksaan Negeri Ngada, Ade Indrawan, Senin (11/5/2020) dalam konferensi pers mengumumkan dua tersangka dalam kasus pekerjaan jalan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018.*