Home Manggarai Barat 80 Hektare Tanaman Padi dan Jagung di Mabar Gagal Panen

80 Hektare Tanaman Padi dan Jagung di Mabar Gagal Panen

Penulis: Andre Durung / Editor: Elton Wada

132
0
SHARE
80 Hektare Tanaman Padi dan Jagung di Mabar Gagal Panen

Keterangan Gambar : Tanaman padi yang puso di Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. (Dokumen Dinas TPHP Mabar).


Labuan Bajo, Flores Pos — Seluas 80 hektare (Ha) tanaman padi dan jagung di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) periode Januari-Agustus 2020 gagal panen atau puso karena kekeringan. 

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Mabar, Ahmad Rudi, mengatakan, dari 32 Ha lebih tanaman padi periode Januari-Agustus 2020 yang gagal panen atau puso akibat kekeringan seluas 30 Ha.

Lahan 30 Ha tersebut tersebar di dataran persawahan Terang, Kecamatan Boleng, seluas 20 Ha dan di Kecamatan Lembor Selatan, 10 Ha. Sedangkan tanaman jagung yang puso pada periode yang sama karena kekeringan seluas 50 Ha dari 1800 luas tanam yang diprogramkan. Sejumlah 50 Ha lahan terletak di Kecamtan Boleng.

"Kondisi sementara begitu. Mudah-mudahan tidak ada penambahan," ujar Rudi dari Labuan Bajo ketika dihubungi media ini dari Ende via telepon, Senin (14/9/2020) sore.

Untuk tanaman kedelai, kacang hijau, dan tanaman pangan lain di kabupaten pariwisata superpremium tersebut, kata Rudi, hasil panennya rata-rata bagus. Bahkan khusus kedelai, ada yang telah menjadi benih berstandar nasional karena sudah lolos uji laboratorium.

Menurutnya, dari sekitar 40 ton kedelai yang diprogramkan jadi benih, 22 ton lebih hasilnya sudah keluar dan layak dijadikan benih. Sejumlah 22 ton lebih itu telah dibeli Pemerintah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur.

"Sedangkan yang lainnya masih menunggu hasil labnya. Mungkin minggu depan hasilnya sudah keluar," beber Rudi.

Baca juga: Tingkatkan Ekonomi Umat, Paroki Datak Laksanakan Program Paroki Lautan Jagung

Khusus program pengembangan jagung pada 2021, pihaknya menargetkan tanam 3000 Ha, tersebar pada 12 kecamatan di Mabar. Dari 3000 Ha tersebut, sekitar 100 Ha memanfaatkan lahan pemerintah di Kecamatan Welak yang selama ini hanya sebagai lahan tidur.

"Ini kerja sama pemerintah dan Gereja khususnya Paroki Datak yang selama ini populer disebut paroki lautan jagung. Kemungkinan hal ini terintegrasi dengan program tanam jagung panen sapi dari Pemerintah Provinsi NTT. Pemerintah menyediakan bibit jagung, lainnya swadaya petani," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas TPHP Mabar, Anggalinus Gapul, kepada media ini mengatakan, terkait tanaman padi dan jagung yang puso maupun program pengembangan jagung 2021 di daerah itu, sebaiknya media menghubungi Kabid Tanaman Pangan Mabar, Ahmad Rudi, karena semua data ada pada dinas tersebut.

"Yang puso dan program pengembangan jagung tahun depan sebaiknya tanya Pak Kabid karena datanya ada di mereka," katanya.*