Home Manggarai Angin Terbangkan Atap Rumah Warga Reo, Manggarai Utara

Angin Terbangkan Atap Rumah Warga Reo, Manggarai Utara

50
0
SHARE
Angin Terbangkan Atap Rumah Warga Reo, Manggarai Utara

Keterangan Gambar : Rumah warga Sengari, Kecamatan Reok, Manggarai Utara, rusak usai diterjang angin kencang, Sabtu (4/1).

Ruteng, Flores Pos — Angin kencang dan hujan lebat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, belakangan ini telah merusakkan sejumlah rumah warga di Sengari, Kelurahan Wangkung. Rumah rusak karena atapnya diterbangkan angin kencang.

Pelbagai informasi yang dihimpun wartawan di Polres Manggarai, Sabtu (4/1) menyebutkan, data yang diperoleh dari Polsek Reo sedikitnya ada lima rumah rusak akibat tiupan angin kencang di Kelurahan Wangkung.

Para korban bencana alam itu, antara lain Romanus Gampur yang beralamat di Sengari dengan 20 atap terongkar. Rumah Wilhelmus Kaka, juga beralamat Sengari dengan keadaan 50 atap seng terbongkar. Rumah Kristo Lou roboh karena pohon mangga tumbang menerpa rumahnya. Rumah Arsen Jehabut juga rusak karena pohon mangga tumbang. Rumah dua warga ini berdekatan.

Warga Khawatir

Warga Kelurahan Wangkung, Sofian Sunding, yang dihubungi per telepon mengatakan,  hujan lebat dan angin kencang terjadi pada beberapa hari terakhir ini di Kota Reo dan sekitarnya.

Warga sangat khawatir dengan keadaan itu karena rumah terancam rusak dan pepohonan tumbang. Kecemasan menjadi kenyataan dengan rusaknya sejumlah rumah dan pohon tumbang di Sengari.

"Tiupan angin sangat kencang. Karena itu, atap rumah diterbangkan angin. Kita semua harus berjaga-jaga di sekitar rumah," katanya.

Dikatakannya bahwa rumah-rumah yang rusak itu langsung dilaporkan ke desa dan kecamatan. Di tengah suasana hujan dan angin kencang, pihak kecamatan dan kepolisian sudah memantau lokasi bencana.

Patroli juga harus dilakukan di Kota Reo dan sekitarnya guna memastikan keadaan selama cuaca kurang bersahabat pada beberapa hari terakhir ini.

Harus Waspada

Pada saat menemui warga, Babin Kelurahan Wangkung, Semris Bell, mengatakan, cuaca ekstrem harus diwaspadai. Kewaspadaan tinggi untuk mencegah adanya korban pada manusia. Kalau cuaca ekstrem terus terjadi seperti sekarang ini, hujan lebat dan angin kencang berpotensi bencana alam.

"Kita harus berwaspada guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Kewaspadaan mutlak guna mencegah hal-hal buruk atau jatuhnya korban," katanya.

Menurutnya, sikap antisipatif juga perlu ada dalam diri setiap warga. Antisipasi itu berupa pemotongan pepohonan tinggi sekitar rumah, apalagi yang di bawah atau sekitarnya pepohonan terdapat jaringan listrik dan kabel-kabelnya.

“Kejadian di Sengari adalah buktinya, yakni pohon mangga tumbang menerpa jaringan listrik hingga menyentuh rumah. Bersyukur tidak terjadi hal-hal yang buruk berkaitan dengan listrik,” katanya.

Penulis: Christo Lawudin
Editor: Avent Saur