Home Manggarai APBD Manggarai Alokasikan BLT Rp 12 Miliar

APBD Manggarai Alokasikan BLT Rp 12 Miliar

Penulis: Christo Lawudin/Editor: Arsen Jemarut

279
0
SHARE
APBD Manggarai Alokasikan BLT Rp 12 Miliar

Keterangan Gambar : Para pejabat mengikuti telekonferensi dengan Mensos RI, Juliari Peter Batubara.


Ruteng, Flores Pos — Pemerintah secara nasional belakangan ini  meluncurkan program bantuan sosial bagi masyarakat akibat pandemi corona, mulai dari bantuan sembako, program keluarga harapan (PKH) hingga bantuan langsung tunai (BLT). Pemerintah daerah wajib mengalokasilkan anggaran dari APBD-nya. Untuk program BLT, APBD Manggarai menyiapkan anggaran sebesar Rp 12 miliar.

Baca juga: 11.768 KK di Manggarai Mendapat BLT dari Pempus

Hal itu disampaikan Bupati Deno Kamelus dalam telekonferensi dengan Mensos RI, Juliari Peter Batubara, Kamis (16/4/2020). Telekonferensi berlangsung di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai. Dalam konferensi tersebut, Bupati Deno didampingi Wabup Viktor Madur dan dihadiri para pejabat lainnya.

Bupati Deno mengatakan, untuk program PKH dan bantuan sembako tidak menemui masalah karena selama ini sudah berjalan. Program baru untuk BLT segera akan direncanakan sesuai dengan program nasional bagi masyarakat yang terkena dampak pandemi corona. Pemkab Manggarai siap melaksanakan program tersebut dengan sasaran warga yang belum mendapat PKH atau bantuan sembako, yakni warga yang berpenghasilan tidak tetap dan warga yang pulang kampung.

Baca juga: Satgas Penanganan Covid19 Manggarai Cek Ketersediaan dan Harga Sembako

"Untuk BLT, skema programnya sudah ada. Untuk APBD, kami rencanakan alokasinya Rp 12 miliar lebih. Segera kami siapkan data primernya," katanya.

Menurutnya, data lengkap segera rampung. Dalam waktu singkat data-data segera masuk karena para camat, kepala desa, dan lurah telah diinstruksikan untuk mendata detail warga yang belum mendapat bantuan selama ini, termasuk yang mudik akibat corona dan berpenghasilan tidak tetap. BLT dari APBD nantinya juga banyak dialokasikan untuk warga di kelurahan karena kelurahan tidak mempunyai anggaran sendiri seperti desa.

"Datanya segera diusulkan ke pusat untuk ditetapkan," katanya.

Baca juga: Pengurus NasDem Manggarai Semprotkan Disinfektan di Kecamatan Reok Barat

Menurutnya, cakupan pelaksanaan program BLT nantinya akan makin luas. Karena semua desa diwajibkan untuk mengalokasikan anggaran dana desanya untuk 100 kepala keluarga. Cakupan nantinya bisa mencapai 14.000-an hingga 15.000-an kepala keluarga untuk 145 desa di Manggarai.

Bupati Deno mengapresiasi pemerintah pusat karena Manggarai mendapat banyak program bantuan sosial guna mengatasi masalah terkait dampak pandemi corona. Masyarakat Manggarai juga mendapat bantuan BLT khusus untuk KK yang terkena dampak virus corona. Jumlahnya mencapai 11.000-an kepala keluarga. Apresiasi juga diberikan ke Gubernur NTT karena telah menganggarkan BLT dari APBD-nya untuk masyarakat terkena dampak pandemi corona.

Sementara itu, Mensos RI, Julianri P. Batubara meminta pemerintah daerah mengusulkan data yang jelas, yakni nama dan alamatnya, dan harus cermat dan valid agar tidak tumpang tindih. "Penerima BLT itu sebelumnya tidak menerima bantuan sembako atau PKH atau bantuan lainnya. Lihat dan usul yang belum dapat bantuan sama sekali. Saya minta paK Bupati segera lengkapi data-datanya agar programnya segera jalan," katanya.*