Home Nagekeo DKP Nagekeo Kaji Potensi Kawasan Budi Daya Air Payau

DKP Nagekeo Kaji Potensi Kawasan Budi Daya Air Payau

90
0
SHARE
DKP Nagekeo Kaji Potensi Kawasan Budi Daya Air Payau

Keterangan Gambar : Ketua Tim Survei Kajian Strategis Potensi Perikanan Air Payau NTT SuciIstiqlaal, Norman P.L.B. Riwu Kaho, Marince P. Tunardjo, Mesak Dominggus Lazarus, dan Plt. Kepala DKP Nagekeo Meka Melkhior.

Mbay, Flores Pos — Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nagekeo, Selasa (3/12/2019) melaksanakan kegiatan Forum Diskusi Pengkajian Strategis dengan tujuan untuk melakukan pemetaan kawasan potensi budi daya air payau di Kabupaten Nagekeo.

Kegiatan ini diselenggarakan kerja sama DKP Kabupaten Nagekeo dengan Bappeda Provinsi NTT. Kegiatan ini menghadirkan Kabid Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda NTT, Hendry Donald Izaal, Ketua Tim Survei Kajian Strategis Potensi Perikanan Air Payau NTT, SuciIstiqlaal, Norman P.L.B. Riwu Kaho, Marince P. Tunardjo, Mesak Dominggus Lazarus, Plt. Kepala DKP Nagekeo, Meka Melkhior, serta undangan. 

Ketua Tim Survei Kajian Strategis Potensi Perikanan Air Payau Provinsi NTT, SuciIstiqlaal, menyampaikan bahwa Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu kabupaten di wilayah Provinsi NTT yang memiliki potensi sumber daya kelautan cukup banyak dan bervariasi.

"Lima  kecamatan dari total tujuh kecamatan di Kabupaten Nagekeo berbatasan langsung dengan laut. Tiga kecamatan di antaranya berbatasan dengan Laut Sawu, yaitu Kecamatan Mauponggo, Keo Tengah, dan Nangaroro. Dua kecamatan berbatasan dengan Laut Flores, yaitu Kecamatan Aesesa dan Kecamatan Wolowae," katanya.

Berdasarkan potensi sektor kelautan dan perikanan tersebut, lanjut Suci, Pemerintah Kabupaten Nagekeo harus menyusun arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah dengan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya pesisir dan laut.

"Dalam rangka mendukung kenaikan produksi perikanan di Kabupaten Nagekeo, Dinas Kelautan dan Perikanan perlu melakukan pengkajian kelayakan lahan budi daya air payau untuk menentukan suatu wilayah layak atau tidak menjadi kawasan perikanan budi daya," katanya.

Suci melanjutkan bahwa tujuan dari pengkajian tersebut adalah untuk mengetahui kelayakan budi daya air payau berdasarkan analisa kualitas air, tanah, dan pendukung di wilayah pesisir dengan menggunakan metode spasial Sistem Informasi Geografis (SIG).

Juga melakukan analisa dan melakukan inventarisasi kelayakan lahan budi daya air payau yang kemudian akan disajikan dalam bentuk peta analisis pengembangan kawasan potensi budi daya air payau di Kabupaten Nagekeo.

"Pengkajian ini menggunakan metode survei yang dirancang dengan menggunakan pendekatan analisis spasial berbasis sistem informasi geografis (SIG)," terangnya. 

Menurutnya, pengamatan dan pengambilan sampel di lapangan dilakukan secara systematic random sampling dengan mempertimbangkan kesamaan karakteristik lahan dari beberapa parameter yang ditumpang-susun (overlay) menjadi satuan lahan (land unit). 

Hasil analisis, tambahnya, menunjukkan bahwa tambak yang ada di Kecamatan Aesesa dan Kecamatan Wolowae mencapai luas 57.889 hektare. Dari hasil evaluasi kesesuaian kelayakan lahan aktual dari tambak yang ada tersebut, lahan tambak yang tergolong sesuai (Kelas S1) seluas 1.312 ha, 9.902 ha tergolong sedang (Kelas S2) dan 38.327 ha yang tergolong rendah (Kelas S3) dan 8.349 ha yang tergolong tidak sesuai (Kelas N).

"Kami berharap, pihak akademisi selaku mitra pemerintah serta segenap masyarakat  Kabupaten Nagekeo dapat berperan aktif dalam mendukung perkembangan perikanan air payau," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nagekeo, Meka Melkhior, mengatakan bahwa kehadiran Tim Bappelitbangda Provinsi NTT di Kabupaten Nagekeo dalam kegiatan pengkajian tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Kegiatan kajian ini sangat penting untuk menemukan peta potensi perikanan air payau di Kabupaten Nagekeo," katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, dapat diterapkan perhatian dan perlakuan sesuai karakteristik, sehingga potensi perikanan air payau dapat memberikan manfaat bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. 

"Kehadiran kita dalam acara ini untuk membangun persepsi dan komitmen bersama dengan cara melibatkan secara aktif masyarakat sebagai penerima manfaat dari pelaksanaan kegiatan di bidang kelautan dan perikanan," katanya.

Penulis: Risa Roga
Editor: Anton Harus