Home Ende Guru SLB Ende Bekerja Ekstra Mendampingi Siswa Saat Pandemi Covid-19

Guru SLB Ende Bekerja Ekstra Mendampingi Siswa Saat Pandemi Covid-19

Penulis: Willy Aran / Editor: Elton Wada

299
0
SHARE
Guru SLB Ende Bekerja Ekstra Mendampingi Siswa Saat Pandemi Covid-19

Keterangan Gambar : Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Ende di kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende.


Ende, Flores Pos — Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Ende harus bekerja ekstra mendampingi siswa di tengah proses pembelajaran dalam situasi pandemi covid-19. Sekolah yang menjadi panti pendidikan siswa-siswi penyandang cacat ini tetap menjalankan proses belajar mengajar seperti sekolah lainnya dengan sistem luring dan daring. Kendati demikian para guru yang mendedikasikan hidupnya di lembaga pendidikan itu harus bekerja ekstra karena peserta didik yang dihadapi berbeda dengan anak-anak normal.

Kepala SLB Negeri Ende, Yulita Dhelima Dhamo yang ditemui di sekolah, Selasa (8/9/2020) pagi mengatakan bahwa meskipun dalam situasi pandemi covid-19 sekolah yang dipimpinnya tetap melaksanakan proses belajar mengajar. Dikatakanya bahwa meskipun sistem atau pola pembelajaran melalui online dan kunjungan ke rumah tetapi kerja yang dilakukan oleh para guru di sekolah ini berbeda. Para guru tidak saja mengirim tugas kepada orang tua siswa tetapi harus meluangkan waktu mendampingi siswa saat berkunjung ke rumah.

"Kami tetap jalan tetapi kerja para guru sedikit lebih ekstra. Meskipun sudah mengirim soal dan materi ke rumah tetapi guru harus ke rumah lagi untuk mendampingi siswa. Kami lakukan seperti ini karena kondisi siswa di sini beda dengan sekolah lain," katanya.

Yulita melanjutkan bahwa di sekolah ini para guru mengasuh siswa tuna netra, tuna grahita, tuna daksa, tuna rungu wicara dan autis. Dikatakanya bahwa dalam proses belajar dari rumah, para guru lebih bekerja ekstra untuk mendampingi siswa dari kelas tuna rungu wicara. Yulita menambahkan bahwa untuk kelas ini para guru dituntut mengajar dan mendampingi dengan hati dan harus berada di rumah siswa.

Baca juga: TBM RKSN Pulau Ende Bantu Siswa Belajar dari Rumah

"Untuk kelas kecacatan yang lain, prosesnya masih bisa dilakukan dengan online tetapi tuna rungu wicara kami dituntut harus melakukan kunjungan ke rumah. Kami harus berada bersama mereka minimal 10-15 menit karena kondisinya berbeda. Mereka membutuhkan pendampingan khusus dan itu harus dilakukan oleh guru yang selama ini mendampingi dan memantau perkembangannya," katanya.

Yulita menambahkan bahwa meskipun pandemi covid-19 masih merebak tetapi sekolah tetap berkomitmen menjalankan proses belajar demi anak- anak. Siswa- siswi yang mengenyam pendidikan di lembaga ini berjumlah 119 orang dari lima kelas kecacatan dan dari tingkat SD hingga SMA.

Selain dari kabupaten Ende, beberapa siswa yang diasuh di sekolah ini ada yang berasal dari kabupaten lain. Siswa dari luar kabupaten Ende selama ini tinggal di asrama tetapi saat ini dipulangkan ke rumah masing-masing. Meski dipulangkan ke rumah masing-masing tetapi tetap dipantau dan mengikuti proses pembelajaran secara daring.

"Pada prinsipnya belajar mengajar di SLB tetap dilaksanakan dalam situasi seperti ini. Kami tèrus melakukan kunjungan ke rumah dan bersama orang tua mendampingi siswa," katanya.