Home Ngada Bupati Soliwoa: Tim Gugus Tugas Gagal Jika Ngada Jadi Zona Merah

Bupati Soliwoa: Tim Gugus Tugas Gagal Jika Ngada Jadi Zona Merah

Penulis: Wim de Rozari/ Editor: Arkian Biaf

956
0
SHARE
Bupati Soliwoa: Tim Gugus Tugas Gagal Jika Ngada Jadi Zona Merah

Keterangan Gambar : Bupati Ngada Paulus Soliwoa didampingi Kapolres Ngada AKBP Andhika Bayu Adhitama selaku Wakil ketua I dan Dandim 1625 Ngada Letkol Czi Lugman Nur Hakim selaku Wakil Ketua 2 dan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada yang juga Sekda Ngada Theodosius Yosefus Nono saat rapat evaluasi penanganan Covid-19 Kabupaten Ngada di Rumah Jabatan Bupati Ngada,Senin (18/5/2020

Bajawa,Flores Pos — Bupati Ngada Paulus Soliwoa mengatakan bahwa kerja keras Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada dikatakan gagal jika ada pasien positif corona di kabupaten tersebut.

Hal ini disampaikannya di hadapan sejumlah pimpinan OPD Kabupaten Ngada, Kapolres Ngada, AKBP Andhika Bayu Adhitama, Letkol Czi Lukman Nur Hakim dan Ketua Pelaksana I Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada, Theodosius Yosefus Nono.

Ia mengatakan, banyak pimpinan OPD tidak berada di Posko Siaga Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada dan tidak melakukan koordinasi di posko perbatasan.

"Ketika NTT masih zona hijau, para kepala dinas selalu ada di posko. Tapi, saat NTT masuk zona merah, semangat mereka malah kendur. Saya minta supaya kembali diatur untuk koordinasi di posko dan dibagi untuk turun ke posko perbatasan,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan di pintu perbatasan antara Ngada dan Kabupaten Nagekeo di Maumbawa awalnya sangat ketat ketika ada informasi bahwa 4 orang klaster Gowa dari Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo menjalani karantina di Puskesmas Mauponggo.

Namun, setelah diketahui bahwa keempatnya negatif setelah menjalani rapid test, pengawasan terhadap pelaku perjalanan menjadi kendur.  Bupati Soliwoa juga meminta pihak BPBD Kabupaten Ngada segera membagikan masker yang ada kepada masyarakat.

"Untuk apa simpan dan tumpuk masker di gudang. Saya minta untuk segera dibagikan kepada masyarakat,"katanya.

Selain itu, ia juga meminta agar seluruh kendaraan ekspedisi tidak melakukan perjalanan ke Pulau Jawa, tetapi melakukan bongkar muat di Turekisa, di lokasi yang berdekatan dengan karantina terpusat yang merupakan lahan milik Pemerintah Kabupaten Ngada.

Kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Ngada juga juga diminta untuk membangun sebuah posko pemantauan pelaku perjalanan di Watujaji.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ngada, Aloysius Watu, kepada Flores Pos usai pertemuan tersebut mengatakan, stok APD dan masker cadangan saat ini masih ada di gudang. Jika ada kekurangan, pihaknya akan segera membagikannya.*